> >

Capaian Vaksinasi Covid-19 Lansia Masih Rendah, Kemenkes Beber Penyebabnya

Kesehatan | 21 Oktober 2021, 20:44 WIB
Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi ungkap penyebab capaian vaksinasi Covid-19 pada lansia masih rendah. (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengakui capaian vaksinasi Covid-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) di tanah air masih rendah. 

Nadia mengatakan ada beberapa faktor yang membuat cakupan vaksinasi tersebut belum berjalan sesuai harapan pemerintah. 

Salah satu peneyebabnya, yakni adanya mispersepsi di kalangan lansia terkait vaksin Covid-19.

"Masih ada mispersepsi dari para lansia bahwa dikatakan umur mereka harusnya tidak mendapatkan vaksin karena efek sampingnya timbul lebih banyak," kata Nadia yang dikutip dalam Dialog Produktif Kabar Kamis "Vaksin untuk Semua Umur" secara virtual, Kamis (21/10/2021). 

Selain itu, adanya hoaks yang mengatakan vaksin Covid-19 akan berdampak buruk pada orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, juga yang menghambat percepatan vaksinasi pada lansia. 

"Padahal yang punya komorbid harus diprioritaskan vaksin,” ungkap Nadia menegaskan.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Kalsel Rendah, Jokowi Minta Pemda Kerja Keras Lakukan Percepatan

Sebab itu Nadia mengatakan, vaksinasi untuk lansia saat ini memang masih menjadi tantangan tersendiri untuk pemerintah.

Menurut penjelasannya, saat ini dari total 21,5 juta sasaran vaksinasi bagi lansia baru 7,8 juta yang mendapatkan dosis pertama.

Sementara lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau dosis lengkap baru 4,9 juta orang.

"Artinya baru 33 persen yang mendapatkan perlindungan dari vaksinasi dosis pertama, kalau dosis yang lengkap itu malah baru 22 persen," jelasnya. 

Nadia juga menyayangkan capaian tersebut, mengingat vaksinasi bagi lansia sebagai kelompok prioritas telah dimulai sejak akhir Maret lalu.

"Di mana kita tahu mereka menjadi prioritas karena memiliki kerentanan yang sangat tinggi untuk kematian dan sakit yang berat," ujar Nadia. 

Baca Juga: Menteri pmk sidak stok vaksin di gudang dinkes sultra

 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU