> >

Jokowi Minta Stop Ekspor Bahan Mentah: Kita Jangan Cuma Jadi Tukang Gali

Peristiwa | 13 Oktober 2021, 13:16 WIB
Presiden Joko Widodo meminta seluruh pelaku usaha di Indonesia untuk tidak lagi mengekspor dalam bentuk bahan mentah.  (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada semua pelaku usaha di Tanah Air untuk tidak lagi mengekspor dalam bentuk bahan mentah atau raw material. 

Jokowi menginginkan adanya hilirisasi agar bisa mendapat nilai tambah dari kekayaan alam tanah air.

Mengingat adanya pengolahan sumber daya alam sebelum diekspor akan memberikan nilai tambah dalam jumlah besar bagi ekspor nasional. 

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan arahan pada peserta Program Pendidikan Lemhanas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

"Tidak bisa lagi kita ekspor raw material, yang tidak memiliki nilai tambah. Kita dapat uang dari situ, kita dapat income dari situ, tapi nilai tambahnya itu yang kita inginkan," kata Jokowi seperti yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut dia menyinggung terkait besarnya potensi tambang yang dimiliki Indonesia. 

Kepala Negara ini menyayangkan jika hasil kekayaan alam Indonesia ini tidak dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 

Baca Juga: Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN Siang ini

"Kalau tambang, kita jangan jadi tukang gali saja. Anugerah yang diberikan Allah ke kita betul-betul luar biasa besarnya,"ujarnya.

"Tapi kalau hanya tukang gali terus kita kirim keluar, mereka buat smelter, kemudian dibuat barang setengah jadi atau jadi, kembali ke sini, kita beli inilah yang sedikit demi sedikit harus kita hilangkan," kata Jokowi menegaskan.

Tak hanya tambang, hasil kekayaan laut serta hasil hutan harus dapat diolah terlebih dahulu sebelum diekspor ke luar negeri. 

Dengan begitu, RI dapat menikmati nilai tambah yang semestinya bisa diperoleh dalam jumlah besar.

"Enggak boleh lagi kita jadi tukang tangkap ikan. Harus ada industri pengolahannya di sini," kata Jokowi mencontohkan. "Atau, pada saat kita mendapatkan booming kayu, hanya tebang, tidak ada industri perkayuan dan tidak ada industri permebelan sehingga industri kita kehilangan kesempatan itu."

Sebab itu, dia menekankan Indonesia harus dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah tinggi yang mengombinasikan antara pemanfaatan kekayaan alam dan kearifan teknologi yang melestarikan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Groundbreaking Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik

 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU