> >

Jokowi: Komponen Cadangan Hanya untuk Kepentingan Pertahanan dan Negara

Peristiwa | 7 Oktober 2021, 10:12 WIB
Upacara Penetapan Komponen Cadangan Tahun 2021, Pusdiklatpassus, Bandung Barat, 7 Oktober 2021 (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

JAWA BARAT, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komponen cadangan tidak boleh digunakan untuk lain, kecuali kepentingan pertahanan.

Demikian Presiden Jokowi mengatakan pada saat meresmikan penetapan Komponen Cadangan Tahun 2021 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa barat, Kamis (7/10/2021).

“Komponen cadangan hanya untuk kepentingan pertahanan dan kepentingan negara,” tegasnya Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan, anggota Komponen Cadangan harus selalu siaga apabila dipanggil oleh negara. Meskipun masa aktif sebagai komponen cadangan hanya pada saat melakukan pelatihan dan mobilisasi.

“Anggota komponen cadangan tetap berprofesi seperti biasa, masa aktif komponen cadangan hanyalah pada saat mengikuti pelatihan dan pada saat mobilisasi, tetapi anggota komponen cadangan harus selalu siaga jika dipanggil negara,” ujar Presiden.

Baca Juga: Jokowi Resmi Tetapkan Komponen Cadangan 2021, Ada 3.103 Anggota

“Komponen cadangan dikerahkan bela negara dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang dimobilisasi oleh presiden dengan persetujuan DPR yang komando dan kendalinya berada di Panglima TNI. Artinya tidak ada anggota komponen cadangan yang melakukan kegiatan mandiri.”

Presiden Jokowi meyakini komponen cadangan akan semakin memperkokoh sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.

Di samping upaya pemerintah dalam melakukan modernisasi alutsista secara menyeluruh pada semua matra.

“Kita juga punya putra-putri yang tidak kalah kemampuannya di bidang sains dan teknologi, ilmuwan-ilmuwan kita, insinyur-insinyur kita sedang melakukan penelitian dan pengembangan di berbagai bidang strategis,” ujar Presiden.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU