> >

Dinsos: Indikasi Nyata, Tetangga Ibu dan Bayi Silver di Pamulang Berprofesi sebagai Pengemis

Sosial | 28 September 2021, 00:26 WIB
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman mengungkapkan para tetangga kontrakan ibu kandung dan bayi silver di Pamulang terindikasi berprofesi sebagai pengemis. (Sumber: Kompas.com)

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.TV - Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Tangerang Selatan Wahyunoto Lukman mengungkapkan para tetangga kontrakan ibu kandung dan bayi silver di Pamulang terindikasi berprofesi sebagai pengemis.

Salah satu indikasinya, kata Kadinsos, tiga dari empat kamar yang berada dalam kontrakan tersebut berasal dari daerah yang sama.

"Kalau yang terjaring (tim keamanan) si ibu dan anaknya tadi yang tinggal di kontrakan itu, tetapi indikasinya tetangga-tetangga kontrakan bayi yang sama-sama satu daerah dan berprofesi sebagai pengemis itu sangat nyata. Sangat jelas," kata Wahyunoto kepada Kompas TV dikutip dalam program "Sapa Indonesia Malam", Senin (27/9/2021).

Kendati demikian, Kadinsos menyebut pada saat pihaknya datang ke kontrakan tersebut. Para tetangga mengaku bekerja sebagai kuli bangunan.

Oleh karena itu, pihaknya hanya mengamankan bayi silver dan ibu kandungnya saja tanpa pihak lain.

Baca Juga: Bayi Silver di Pamulang Diduga Sengaja Dititipkan Ibunya Demi Upah, Sosiolog: Ini Eksploitasi Anak

"Karena di kontrakannya, mereka (tetangga kontrakan bayi silver) mengaku bekerja sebagai kuli bangunan," jelas Kadinsos.

Sementara itu, Wahyunoto juga menyebut terkait bayi yang dititipkan teman kemudian dicat silver dilakukan atas kerja sama dua belah pihak.

Artinya, sudah ada kesepakatan antara ibu kandung dan temannya. Kata Wahyunoto, hal itu diperkuat dengan adanya uang beli popok atau susu sebesar Rp40.000 yang diberikan kepada ibu kandung dari temannya yang menjadi "manusia silver".

"Temannya memberikan uang beli popok atau beli susu sebetulnya mereka itu sudah kerja sama," kata Wahyunoto.

"Pengakuannya Rp40 ribu, indikasi lain karena bayi mau ikut jadi memang mereka sudah saling mengenal dan akrab. Tidak ada konflik dengan yang membawanya," pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Sosiologi FISIP Universitas Indonesia Ida Ruwaida Noor menduga bayi viral yang dicat silver sengaja dititipkan sang ibunda untuk ikut meminta-minta di jalanan.

Menurut Ida, kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai eksploitasi anak karena sang ibunda mendapat upah setelah anaknya dititipkan kepada sepasang suami istri yang menjadi "manusia silver" di jalanan.

"Kalau Ibunya mengaku tidak tahu saya kira karena ada upah yang diberikan bisa jadi sebetulnya ibunya tahu. Jadi ini bisa jadi eksploitasi anak," kata Ida Ruwaida dalam program "Sapa Indonesia Malam" Kompas TV, Senin (27/9/2021).

Lebih lanjut, Ida juga mengatakan bayi laki-laki yang viral di Pamulang bisa menjadi perhatian lantaran dicat menjadi silver.

Padahal menurutnya, pelibatan bayi dan anak di bawah usia 5 tahun masih banyak terjadi di beberapa titik jalan.

"Menurut saya karena bayinya dicat silver itulah yang mengundang perhatian, tapi masih cukup banyak di titik-titik tertentu bagaimana pelibatan bayi atau anak di bawah usia 5 tahun," lanjutnya.

Baca Juga: Kemensos Turun Tangan, Beri Pekerjaan Ibu Kandung Bayi yang Dicat Silver di Pamulang

 

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU