> >

Anggota DPR Usul Pertemuan dalam Kampanye Pemilu Dikurangi, Tapi Baliho Ditambah

Politik | 6 September 2021, 12:51 WIB
Baliho sejumlah bakal Calon Presiden marak menghiasi sejumlah sudut kota di hampir seluruh Jawa. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Gerindra Supriyanto mengusulkan dalam kampanye pemilu 2024 nanti, aturan tentang pertemuan yang melibatkan banyak orang dikurangi sebab suasana pandemi belum sepenuhnya pulih. Namun sebagai gantinya alat peraga kampanye seperti spanduk dan baliho dilonggarkan (ditambah).

"Jadi sebetulnya alat peraga dilonggarkan, dan pertemuan dikurangi," katanya dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengawas Pemilu dan Dewan Kehormatan Penyelanggar Pemilihan Umum di Komisi II Kompleks Parlemen, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: Ketua Komisi II: Pemilu 2024 Tetap Ada, Tidak Terkait Rencana Amendemen UUD 1945

Menurut Supriyanto, dengan mengurangi pertemuan dan menambah alat peraga maka terjadi keseimbangan. Namun, kini yang sedang ditunggu adalah jadwal pemilu. "Makanya jadwal pemilu mesti harus diputuskan," katanya.

Namun, dalam rapat kerja tersebut belum ada putusan menyangkut usulan tersebut. Sebab, pertemuan akan dijadwalkan kembali pada 16 September mendatang. "Semua usulan akan jadi desain dan konsep yang makin matang dan baik. Seluruh yang disampaikan dimatangkan KPU, Mendari dan DKPPU," kata Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia yang memimpin rapat.

Baca Juga: Tak Setuju Mural Dihapus Polisi, Arief Muhammad Sentil Baliho Kampanye Politikus

Alat peraga kampanye, biasanya menjadi perbincangan yang hangat bagi anggota dewan maupun calon presiden dan wakilnya. Larangan dan pencabutan baliho atau spanduk biasanya menjadi persoalan yang selalu mengemuka setiap kali pemilu.

Bagi anggota dewan yang akan maju lagi, spanduk dan baliho menjadi modal penting dalam meraih suara.

   
 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU