> >

Krisis Iklim Mengancam, Ekonomi Jakarta Akan Merugi?

Update | 2 September 2021, 12:15 WIB

KOMPAS.TV - Krisis iklim mengancam kota-kota pesisir Asia, tak terkecuali Jakarta. Meningkatnya permukaan laut yang ekstrim mengancam Kota Jakarta sebagai Ibu Kota dan pusat bisnis Indonesia. Bahkan diprediksi, negara akan mengalami kerugian hingga 68 milliar dollar Amerika Serikat.

Jakarta sebagai kota pesisir berpotensi tenggelam pada 2030. Naiknya permukaan air laut salah satunya disebabkan oleh krisis iklim.

Dampaknya bukan main-main, ancaman ganda melanda Jakarta sebagai Ibu Kota selain ancaman tenggelam, Jakarta juga diprediksi alami kerugian ekonomi. Peneliti Greenpeace Iklim dan Energy untuk Indonesia, Adila Isfandiari memaparkan hasil studi Greenpeace mengenai Asia Timur, kenaikan muka laut pada 2030 mendatang berpotensi menenggelamkan 17% dari total luas daratan Jakarta.

Baca Juga: Dihantam Varian Delta, Ekonomi India Masih Bisa Tumbuh 21 Persen

Peneliti INDEF, Dhenny Yuartha Junifta memaparkan resiko besar akan menghantam sektor logistik dan juga konstruksi. Dimana kerugian ekonomi hingga Rp 700 triliun.

Hal tersebut juga dikuatkan oleh Peneliti Geodesi ITB, Heri Andreas. Ia menjelaskan kerugian ekonomi luar biasa dapat terjadi jika Jakarta tenggelam.

Berdasarkan penelitian yang ia lakukan, belasan ribu hektar wilayah Ibu Kota akan terdampak atau sekitar 5 KM dari pantai Jakarta.

Baca Juga: Indonesia dan Uni Emirat Arab Segera Lakukan Perundingan Kerjasama Ekonomi

Ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati menjelaskan beberapa wilayah di Jakarta akan terdampak jika Jakarta tenggelam.

Sejumlah sektor perekonomian terhantam cukup parah hingga bisa mematikan arus perdagangan.

Langkah cepat dan tepat tentu dibutuhkan, agar Indonesia bisa menghindari dari ramalan tenggelam dan potensi rugi triliunan rupiah. 

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV


TERBARU