> >

KPK: Persidangan Juliari Bisa Jadi Pintu Masuk Usut Keterlibatan Pihak Lain di Kasus Bansos Covid-19

Hukum | 5 Agustus 2021, 16:59 WIB
Sidang dakwaan kasus suap bansos, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin 21 Juni 2021. Mantan menteri sosial Juliari Batubara didakwa menerima uang suap sebesar Rp 32,4 M melalui mantan KPA bansos Adi wahyono dan mantan PPK bansos Matheus Joko Santoso. (Sumber: ANGGI / KOMPASTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan persidangan mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara, bisa menjadi pintu masuk mengusut keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara korupsi bantuan sosial.

Sebab, menueut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dari persidangan itu diketahui terdapat fakta-fakta yang muncul.

Baca Juga: Juliari Dituntut 11 Tahun Bui, ICW: Pimpinan KPK Cuma Sesumbar akan Hukum Berat Koruptor Bansos

Dengan demikian, diharapkan bisa menjadi bekal untuk membuka kembali kemungkinan pihak-pihak lain yang diduga turut terlibat.

"Berbagai fakta yang muncul selama proses persidangan terdakwa Juliari P Batubara dan kawan-kawan benar bisa dijadikan sebagai salah satu pintu awal untuk membuka kembali adanya pihak-pihak yang diduga turut terlibat," kata Fikri di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Fikri menuturkan, lembaganya saat ini masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan permintaan keterangan berbagai pihak yang diduga mengetahui adanya dugaan korupsi tersebut.

Baca Juga: ICW Minta Hakim Hukum Juliari Batubara Penjara Seumur Hidup

Kendati demikian, ia mengatakan, KPK saat ini juga masih mengikuti proses persidangan Juliari sambil menunggu putusan Majelis Hakim untuk mendalami fakta-fakta yang telah muncul tersebut.

"Namun demikian, kami masih ikuti proses persidangan ini dan berharap dalam putusan Majelis Hakim juga akan mempertimbangkannya sehingga makin menguatkan fakta-fakta tersebut untuk dapat didalami lebih lanjut," ujar Fikri.

Sebelumnya, Juliari dituntut 11 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU