> >

KSAD Jenderal Andika Perkasa Dukung LBM Eijkman Buat Vaksin Malaria: Kita Tidak Hanya Lip Service

Peristiwa | 8 Juli 2021, 11:59 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat konferensi pers di Mabes TNI AD, Minggu (30/8/2020). (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, memberikan dukungannya terhadap kerja-kerja ilmiah yang dilakukan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

Salah satunya terkait penelitian dan pembuatan vaksin malaria.

Dukungan tersebut ditandai dengan kerja sama antara LBM Eijkman dan TNI AD.

Baca Juga: Pengamat Kritik KSAD Andika Perkasa karena Baru Lapor Harta Kekayaan: Bukan Teladan yang Baik

Jenderal Andika mengatakan, pihaknya akan berkomitmen memberikan dukungan dengan aksi-aksi nyata dalam mendukung Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman.

"Bio molekuler sendiri kan masa depan, saya yakin bahwa ini nanti mungkin menjadi kebanggaan nasional yang akan penting sekali," kata Andika melalui keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis, (8/7/2021).

"Kami akan committed, akan dukung, kita tidak hanya lip service, harus ada aksi yang dihasilkan di hari-hari ke depan."

Baca Juga: Tips Agar Badan Tidak Gembrot ala KSAD Jenderal Andika Perkasa

Sebagai aksi nyata dukungan itu, TNI AD telah melakukan penandatanganan kerja sama tentang penelitian dan pembuatan vaksinasi malaria dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Sementara itu, Direktur Lembaga Eijkman, Prof Amin Soebandrio, mengatakan Lembaga Eijkman bersama TNI Angkatan Darat sebenarnya telah melakukan penelitian bersama tentang malaria sejak 2010.

Kerja sama tersebut memiliki fokus penelitian uji klinis berbagai obat tentang anti malaria.

Kemudian, untuk penandatanganan kerja sama dilakukan pada akhir Juni 2021.

Baca Juga: Pengamat Militer Angkat Bicara Soal Peluang KSAD dan KSAL sebagai Calon Kuat Panglima TNI

Menurut Amin, kerja sama pihaknya dengan TNI AD, salah satunya bertujuan untuk pengujian vaksin malaria.

"Karena sampai saat ini di dunia ini belum ada vaksin malaria, dan Indonesia menjadi salah satu yang terpilih untuk melakukan penelitian malaria," kata Amin.

Amin Soebandrio menjelaskan, kerja sama tersebut nantinya tidak hanya terbatas di bidang malaria saja, namun juga berbagai kerja ilmiah tentang biologi molekuler.

"Tentunya sesuai misi kami, pengembangan ilmu biologi molekuler untuk kesejahteraan manusia di Indonesia," ujar Amin.

Baca Juga: Effendi Simbolon: KSAD Andika Perkasa Paling Berpeluang Jadi Panglima TNI

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU