> >

Wujud Optimistis dari Pelaku Seni di Bali, "Taksu Ubud" Akan Tayang Perdana Secara Daring

Budaya | 4 Juli 2021, 13:42 WIB
Satu adegan dalam pementasan Taksu Ubud yang akan tayang perdana pada Selasa (6/7/2021) (Sumber: Kompastv/Ant)

BALI, KOMPAS.TV - Titimangsa Foundation bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek akan menyajikan sebuah pementasan daring bertajuk "Taksu Ubud" pada Selasa (6/7/2021).

Tepatnya, pementasan ini dapat disaksikan secara perdana melalui kanal YouTube Budaya Saya dengan batas waktu hingga 12 Juli 2021.

Bertindak sebagai produser, Happy Salma menyebut "Taksu Ubud" terinspirasi dari banyak elemen di Bali yang tidak pernah berputus asa.

 "Taksu Ubud terinspirasi dari alam, gerak, tutur dan rasa ikhlas yang tidak berputus asa dari teman-teman di Bali, khususnya Ubud yang memang dekat di hati secara pribadi," kata Happy Salma dilansir dari Antara, Minggu (4/7/2021).

Baca Juga: Pusat Kota Bandung Sepi, Sejumlah Jalan Ditutup Cegah Kerumunan Warga yang Berolahraga

Happy Salma juga menjelaskan, dalam prosesnya "Taksu Ubud" memiliki energi kolaborasi yang besar. Rasa itu yang kemudian dianggap penting baginya terutama pada masa pandemi Covid-19, seperti sekarang ini.

“Poin paling utama dalam proses kali ini adalah menyatukan energi kerja kolaborasi. Rasa yang menurut saya perlu dimiliki dalam situasi serba sulit seperti sekarang ini," jelasnya.

Ia juga menambahkan, rasa kolaborasi juga penting dimiliki sebab mampu menghadirkan energi optimisme, tanggung jawab, dan rasa saling mendukung.

Baca Juga: Dalang Senior Ki Mantep Sudharsono Meninggal Karena Corona

"Menyatukan perasaan kebersamaan dengan penuh tanggung jawab dan menghadirkan energi optimisme dan rasa saling mendukung untuk sebuah kerja kreatif yang datangnya dari hati karena bakti dan kecintaan pada seni, adat dan tradisi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, "Taksu Ubud" bercerita tentang seorang pemuda Ubud bernama Umbara yang diperankan Reza Rahadian. Sejak kecil, Umbara tinggal jauh dari ibunya, Christina Hakim. Namun pada satu masa, Umbara diminta pulang ke Ubud oleh Ibunya hingga merasa dilema.

Dilema ini hadir lantaran Umbara terperangkap pada dua rasa, yakni nyaman di perantauan dan cintanya kepada Ibu serta Ubud.

"Taksu Ubud" menampilkan tarian, tetabuh dan mekidung yang melibatkan banyak kelompok penari dan penabuh di Bali. Lewat pertunjukan ini pelaku seni di Bali ingin menghadirkan kembali suasana Ubud yang sarat akan adat dan tradisi Bali.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Wisata Cagar Budaya di Blitar Ditutup

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU