> >

BEM UI Kritik Pedas Jokowi, Istana Beri Respons

Politik | 27 Juni 2021, 21:36 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat kritikan pedas dari kalangan mahasiswa. Kali ini kritik datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).

Melalui akun Instagram mereka @bemui_official, Sabtu (26/6/2021), BEM UI memberi gelar 'The King of Lip Service' kepada Presiden Jokowi.

Ketua BEM UI Leon Alvinda mengatakan, pemberian gelar tersebut merupakan sikap tegas organisasinya terhadap sikap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Baca Juga: Sikapi Penonaktifan 75 Pegawai KPK, BEM Seluruh Indonesia: Firli Bahuri Mundur Saja

Menurut BEM UI, predikat 'The King of Lip Service' sesuai dengan sikap Jokowi yang dinilai kerap mengobral janji dan akhirnya tak dipenuhi.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu," tulis BEM UI dalam keterangan postingannya.

Sejumlah janji yang dimaksud itu adalah revisi UU ITE, penguatan KPK, hingga pernyataan Jokowi yang rindu akan aksi demo terhadap dirinya.

Baca Juga: Merespons Tindakan Teror di Makassar dan Mabes Polri, BEM SI Desak Polisi Usut Tuntas Terorisme

"Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya. Semua mengindikasikan bahwa perkataan yang dilontarkan tidak lebih dari sekadar bentuk lip service semata," terang BEM UI.

Karenanya, dengan lugas, BEM UI meminta kepada Presiden Jokowi untuk berhenti melontarkan janji-janji kepada rakyat.

"Berhenti membual, rakyat sudah mual," tandasnya.

Menanggapi hal itu, pihak Istana pun memberikan tanggapannya, yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian.

Baca Juga: Ade Armando Tanggapi Kritikan BEM UI kepada Presiden Jokowi Sebagai Sesuatu yang Dangkal

Menurut Donny, kritikan yang dilontarkan oleh BEM UI tersebut merupakan ekspresi mahasiswa, yang mesti dilihat apakah disertai data dan fakta atau tidak.

"Itu ekspresi dari adik-adik mahasiwa dan tentu ekspresi harus mengandung data dan fakta yang harus direspons dengan data dan fakta juga," ujarnya, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (27/6/2021).

Donny juga menekankan, pemerintah tidak antikritik dan bila kritikan yang disampaikan tersebut disertai data dan fakta, maka akan dapat didiskusikan dengan pemerintah.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman enggan menanggapi kritikan BEM UI dan mengatakan, aktivitas BEM UI merupakan tanggung jawab institusi Universitas Indonesia.

"Segala aktivitas kemahasiswaan di Universitas Indonesia, termasuk BEM UI, menjadi tanggung jawab pimpinan Universitas Indonesia," kata Fadjroel.

Penulis : Aryo Sumbogo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU