> >

Kata Sekjen Kemendagri di Ulang Tahun Jakarta: Jumlah Penduduk Besar jadi Potensi DKI

Peristiwa | 22 Juni 2021, 17:45 WIB
Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dipenuhi warga untuk melepas penat saat akhir pekan, Minggu (11/1/2015). Revitalisasi bangunan serta mengaktifkan kegiatan-kegiatan berbasis seni dan budaya hingga industri kreatif akan lebih menghidupkan kawasan Kota Tua. (Sumber: KOMPAS / AGUS SUSANTO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Muhammad Hudori menyampaikan jumlah penduduk yang cukup besar, yakni sebanyak 10,56 juta jiwa, merupakan potensi yang dimiliki DKI Jakarta.

Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya pada Rapat Paripurna memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-494 Jakarta, Selasa (22/6/2021). 

Hudori menuturkan pembangunan manusia di DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia. 

“Dengan persentase Penduduk Usia Produktif  (15-64 tahun) sebesar 71,98% serta Indeks Pembangunan Manusia DKI Jakarta yang mencapai 80,77%, dan ini merupakan yang tertinggi di Indonesia,” kata Hudori.

Selain itu, letak geografis yang strategis juga mendukung Jakarta sebagai pusat ekonomi dan keuangan terbesar di Indonesia. 

Baca Juga: HUT ke-494 DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Akui Kerja Dewan Belum Memuaskan

Meskipun pada kuartal pertama pada tahun 2021 ini Jakarta masih mencatat pertumbuhan yang minus (-1,65%), akan tetapi Jakarta mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 8,76 triliun (terbesar ketiga di Indonesia), dan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai US$ 1.003,5 juta.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta masih merupakan yang terbesar (tahun 2020 tercatat 2.772,381 triliun) sehingga potensi untuk pulih dan tumbuh kembali sangat besar,” sebut Hudori.

Angka populasi yang tinggi ini juga dapat menjadi bumerang yakni dengan meningkatnya angka pengangguran. 

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) DKI Jakarta yaitu 8,51% (per-Februari 2021), Persentase Penduduk Miskin per-September 2020 mencapai 4,69%  (nasional 10,19%) serta Gini Rasio yang mencapai 0,40 (nasional 0,385).

“Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya masih harus terus bekerja keras, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan angka tingkat pengangguran terbuka dan rasio ketimpangan,” ujarnya. 

Baca Juga: HUT Jakarta, DPRD DKI Usulkan Nama Ali Sadikin Diabadikan jadi Nama Jalan dan Gedung di Pemprov

Rapat Paripurna tersebut juga dihadiri oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU