> >

Pengakuan Sopir Truk Tanjung Priok: Barang Lama Dibongkar jika Tak Beri Pungli

Peristiwa | 14 Juni 2021, 19:03 WIB
Aktivitas bongkar muat truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (29/3/2021). (Sumber: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pungutan liar (Pungli) di kawasan pelabuhan hingga aksi premanisme di jalanan kerap dialami para sopir truk kontainer.

Kondisi tersebut memaksa para sopir mengeluarkan biaya ekstra untuk pengiriman barang. Nilainya pun beragam, mulai Rp1.000 hingga Rp10.000, harus dikeluarkan agar pengiriman barang lancar sampai tujuan.

Salah seorang sopir yang biasa melakukan pengiriman barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Musdori mengatakan, aksi pungli tersebut bukanlah hal baru di kawasan pelabuhan.

Dia mengaku harus memberikan biaya lebih kepada oknum Pelabuhan agar barang yang dibawanya segera diproses bongkar muat.

Baca Juga: Tanjung Priok Memanas, Aksi Pecah Kaca Mulai Lagi, Disebut Imbas Ditangkapnya Mafia Pungli

"Sudah 6 tahun jadi sopir, biasanya ngirim Pelabuhan Tanjung Priok sampe Tegal. Biasa itu (pungli), kalau enggak ngasih yang dikerjain," katanya.

"Besarannya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu rupiah. Kalau ngantar banyak, sehari bisa Rp50 ribu," sambungnya.

Dia juga menyebut jika para sopir tidak memberikan uang pungli, maka barang akan lama diproses.

"Barang bakal lama dibongkar. Belum lagi pemalakan di jalan-jalan tuh," sambung Musdori.

Tak hanya di kawasan pelabuhan, para sopir truk juga kerap menjadi sasaran aksi premanisme di jalan. Pelaku biasanya melakukan pemalakan ke sopir. Tak jarang, mereka juga kerap mendapat ancaman pelaku jika tidak memberi uang.

Beberapa kawasan yang rawan aksi pemalakan, yakni di perempatan Tomang, Pesing, serta Marunda.

"Seringnya di wilayah Jakut (Jakarta Utara), biasanya pemalakannya minta duit kisarannya Rp500 hingga Rp10 ribu. Ada tiga titik yang banyak aksi preman yang biasa saya temui, mulai dari perempatan Tomang, Pesing, hingga Marunda," jelas sopir truk, Deni.

Adapun maraknya kasus pungli di Pelabuhan Tanjung Priok ini menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi sebelumnya mendapat informasi dari sopir truk kontainer yang mengeluh karena maraknya aksi premanisme dan pungli di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Presiden Jokowi lantas langsung menelepon Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Komentari Premanisme di Tanjung Priok, Politikus Demokrat Ini Pertanyakan Peran Satgas Saber Pungli

Di hadapan para sopir truk kontainer, Jokowi meminta Kapolri menindak aksi kriminalitas yang kerap terjadi di kawasan Terminal Pelabuhan Tanjung Priok.

"Pak Kapolri, selamat pagi. Ini saya di Tanjung Priok, ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di (Terminal) Fortune, di NPCT One, kemudian di Depo Dwipa, pertama itu," kata Jokowi.

"Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini tolong bisa diselesaikan, itu saja," sambungnya.

Menjawab instruksi Presiden Jokowi, Kapolri Listyo Sigit pun menyanggupinya dan siap melaksanakan perintah tersebut. "Siap laksanakan bapak," kata Sigit dari sambungan telepon.

Penulis : Fadhilah Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU