> >

Pengamat Pertanyakan Varian Kapal Perang yang Dibeli Prabowo dari Perusahaan Italia

Politik | 13 Juni 2021, 09:39 WIB
KSAD Jenderal Andika Perkasa menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Markas Besar TNI Angkatan Darat atau Mabesad. (Sumber: Youtube/TNI AD)

JAKARTA, KOMPAS TV - Kementeri Pertahanan (Kemenhan) di bawah komando Prabowo Subianto menyepakati pembelian kapal perang dengan perusahaan asal Italia, Fincantieri. Nantinya, perusahaan itu akan akan menyuplai enam kapal kelas FREMM dan dua kapal kelas Maestrale. 

Menanggapi hal itu, Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mempertanyakan spesifikasi dan skema ofset apa saja yang tertuang dalam kesepakatan belanja tersebut. Terkait skema ofset pertahanan sesuai amanat UU 16/2012 tentang Industri Pertahanan, informasi resmi perusahaan belum memastikan soal ini. 

Baca Juga: Penampakan Kapal Perang Fregat yang Bakal Didatangkan Menhan Prabowo

"Contoh, (kapal perang kelas) FREMM memiliki tiga varian utama yaitu anti-kapal selam (ASW), varian umum (GP) dan varian serangan darat (AVT). Nah, apakah yang kita beli adalah satu varian saja atau meliputi berbagai varian?," kata Khairul kepada Kompas TV, Minggu (13/6/2021). 

Menurut dia, informasi soal spesifikasi dan skema ofset ini justru penting untuk memperkuat klaim dan konsistensi pemerintah bahwa belanja impor alutsista ini tidak saja sebuah upaya membangun kapabilitas pertahanan negara.

"Belanja itu juga memiliki efek deteren atau daya tangkal, modern dan profesional, namun juga memperhatikan aspek transfer dan adopsi teknologi, kemandirian industri pertahanan dan itikad mengubah skema belanja menjadi investasi pertahanan. Selain soal skenario ancaman, interoperability, kemudahan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan serta kepentingan strategis lainnya," ujarnya. 

Ia mengaku pernah melihat kapal perang kelas FREMM milik angkatan laut asal Italia bernama ITS Carabiniere yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Maret 2017 lalu.

"Secara umum, pengadaan fregat multi misi (FREMM) ini menurut saya memang selaras dengan upaya pencapaian kebutuhan pokok minimum (MEF) kekuatan pertahanan dan skenario ancaman," kata dia. 

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis perusahaan, CEO Fincantieri, Jiusepe Bono mengatakan kerja sama dengan Indonesia ini akan berdampak di kancah global dalam penyediaan di sektor kapal permukaan.

Di rilisnya, Fincantieri dan Kementerian Pertahanan Indonesia telah menandatangani kontrak untuk penyediaan 6 frigat kelas Fremm, dan penjualan 2 Frigat kelas Maestrale.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU