> >

3 Kasus Meninggal Usai Vaksin Covid-19, Menkes: Di Jawa Timur dan Bali Tidak Ada yang Meninggal

Update corona | 18 Mei 2021, 20:28 WIB
Penyuntikan vaksin Covid-19 di Senayan City. Ada 3 orang yang meninggal usai menerima vaksin AstraZeneca di DKI Jakarta. (Sumber: Dokumentasi Senayan City)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan ada 3 orang yang kini meninggal usai menerima vaksinasi Covid-19.

Beberapa hari lalu, baru dua orang meninggal usai menerima vaksin AstraZeneca.

Usai kejadian itu, pemerintah menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sedang melakukan uji toksisitas dan sterilitas vaksin AstraZeneca batch CTMAV547.

Baca Juga: Alternatif Baru, Vaksin Covid-19 Novavax dan Pfizer Tiba di Indonesia Bulan Juni-Juli

Menkes Budi Gunadi tidak mengungkapkan kasus baru meninggalnya penerima vaksin Covid-19.

“(Usai divaksin) AstraZeneca ada tiga orang (yang meninggal), sekarang sedang diteliti. Ada peneliti KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)-nya. Apakah itu meninggal gara-gara divaksin atau enggak,” ujar Menkes Budi Gunadi kepada awak media di RSUD Otto Iskandardinata, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5/2021).

Budi menyebut, pihaknya belum menerima hasil peninjauan kembali vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 karena pemeriksaan masih berlangsung.

“Hasilnya sedang diperiksa," kata Budi.

Ia pun berusaha menenangkan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah telah menyalurkan 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca dan belum ada kasus kematian di wilayah lain.

“Tapi perlu diketahui, AstraZeneca sudah dikasih sebanyak 1,2 juta. Yang paling banyak Jawa timur dan Bali. Itu tidak ada yang meninggal,” bebernya.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU