> >

TNI Tembak Mati 2 Anak Buah Lekagak Telenggen, Anggota DPR: Kalau yang Dilumpuhkan KKB, Bagus

Peristiwa | 15 Mei 2021, 01:17 WIB
TNI Serang Markas KKB di Intan Jaya Papua Satu Tewas KKB Ditembak, Mayatnya Dibawa Kabur . Pasukan TNI bergerak ke Balingga, Lanny Jaya, Papua (Sumber: twitter@VeronicaKoman)

PAPUA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta, turut menanggapi insiden baku tembak antara pasukan gabungan TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) baru-baru ini.

Seperti diketahui, dalam baku tembak yang terjadi di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (13/5/2021), TNI disebut menembak mati dua anggota KKB.

Baca Juga: Sosok Komandan KKB yang Tewas Saat Baku Tembak dengan Kopassus, Ternyata Penembak Bharada Komang

Tak tanggung-tanggung, dari dua anggota KKB yang tewas, satu di antaranya merupakan Lesmin Waker, komandan kelompok tersebut.

Menurut Sukamta, jika benar yang dilumpuhkan dalam baku tembak kemarin adalah anggota KKB, maka hal yang dilakukan TNI tersebut sudah benar.

"Kalau yang diburu dan berhasil dilumpuhkan atau ditangkap adalah KKB, itu bagus," kata Sukamta dikutip dari Kompas.com pada Jumat (14/5/2021).

Dengan begitu, kata dia, maka semakin menumbuhkan harapan bahwa penumpasan KKB dapat segera diselesaikan.

Baca Juga: Ketika Kopassus Terlibat Baku Tembak dengan KKB, 2 Anak Buah Lekagak Telenggen Langsung Tewas

Ia berharap, pemerintah dapat segera menyelesaikan atau menghentikan aksi KKB di Papua. Hal itu sangat diperlukan agar pemerintah bisa serius menangani berbagai persoalan yang ada di Papua.

"Kita berharap KKB ini bisa segera diselesaikan dan pemerintah lebih fokus dan lebih serius menangani Papua dengan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk Papua," ujarnya.

Sukamta menilai, jika pemerintah telah berhasil menyelesaikan KKB, maka ada pekerjaan lain yang audah menunggu dan harus dikerjakan, yaitu membangun Papua dan sumber daya manusianya.

Ia pun mengingatkan, agar dapat menyelesaikan persoalan di Papua, pemerintah harus berhasil memenangkan hati rakyat Papua.

Baca Juga: Masih Dikuasai KKB dan Hanya Bisa Diakses Kendaraan Khusus, Ini Kawasan Segitiga Hitam di Papua

"Soal Papua ini hanya bisa diselesaikan dengan memenangkan hati dan pikiran rakyat di sana," ucap dia.

Lebih lanjut, Sukamta juga mengingatkan, bahwa untuk menurunkan pasukan elit untuk menumpas KKB haruslah sudah dalam koordinasi dengan Polri.

Sebab, ia menekankan bahwa dalam Undang-undang (UU) Terorisme, penumpasan kelompok yang disebut teroris harus berdasarkan koordinasi dengan polisi.

Apalagi pemerintah telah menyatakan bahwa KKB Papua merupakan termasuk kelompok teroris.

Baca Juga: Civil Society Watch Sayangkan Sikap Koalisi Masyarakat Tolak KKB Sebagai Teroris

"Mereka (TNI) tetap dalam koordinasi Polisi. Setahu saya, tentara tetap di bawah koordinasi polisi, dalam penanganan itu," ucapnya.

Sebelumnya, pada Kamis sekitar pukul 07.30 WIB, terjadi kontak senjata di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Kontak senjata itu terjadi antara pasukan gabungan TNI dan KKB. Pasukan gabungan TNI yang terlibat itu berasal dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), dan Batalion Infanteri (Yonif) 500/R.

"Pasukan yang kontak tembak adalah gabungan TNI (Kopassus, Kostrad, dan Yonif 500/R)," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ignatius Yogo Triyono.

Baca Juga: Kapolda Papua Ungkap Sekolah yang Dibakar KKB Dekat Markas Lekagak Telenggen

Mayjen Yogo menuturkan, dalam kontak senjata tersebut menewaskan dua anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU