> >

Cerita Mahfud Saat Minta Sang Adik yang Pegiat Antikorupsi Berhenti Marah-Marah di Hari Lebaran

Politik | 14 Mei 2021, 23:47 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD bersama Dosen Fakultas Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar (Sumber: Twitter Mahfud MD)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menkopolhukam Mahfud MD berbagi cerita saat silaturahmi dengan pegiat antikorupsi Zainal Arifin Mochtar.

Mahfud mengaku sudah akrab dengan Zainal, sampai dianggap adik sendiri.

Mahfud dan Uceng, sapaan akrab Zainal Arifin Mochtar, sama-sama satu almamater di Universitas Gajah Mada (UGM), tapi beda angkatan dan Fakultas.

Baca Juga: Ucapan Idulfitri dari Menkopolhukam Mahfud MD

Mahfud pernah kuliah di Fakultas Sastra Arab dan mengambil gelar master di Magister Ilmu Politik UGM.

Sedangkan Uceng dari Sarjana hingga mendapat gelar doktor Hukum Tata Negara dari Fakultas Hukum UGM.

Saat silaturahmi, Mahfud meminta agar dosen Fakultas Hukum UGM itu berhenti marah-marah sejenak untuk membaca pesan-pesan lebaran.

“Karena lebaran saya meminta adik saya yang aktivis antikorupsi dari UGM, Zainal Arifin Mochtar untuk berhenti marah-marah sejenak guna membaca pesan-pesan lebaran, terutama ajakan untuk saling meminta dan memberi maaf,” ujar Mahfud melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Sadar Kewenangan Terbatas, Mahfud MD Tak Persoalkan Dirinya di-Bully

Sebagai aktivis, Zainal Arifin Mochtar sangat perhatian dengan pemberantasan korupsi dan memberi kepedulian terhadap lembaga antikorupsi (KPK).

Sebelum H-1 lebaran, Selasa (12/5/2021), Uceng sempat mengunggah gambar sindiran terkait polemik 75 pegawai KPK yang dibebastugaskan lantaran tidak lulus dalam Tes Wawasan Kebangsaan buat peralihan sebagai ASN.

Foto yang diunggah melalui akun Twitter pribadinya yakni gedung KPK lama yang diselimuti spanduk putih dengan lingkaran berwarna yang terdapat tulisan “Berani Jujur Pecat”.

Baca Juga: Pakar Hukum UGM: Bukan Salah Ketik, Ini Lahir dari Praktik Mengubah Pasal Setelah Persetujuan

Lantas apa jawaban Zainal Arifin Mochtar mengenai ajakan Mahfud untuk berhenti marah-marah sejenak di Hari Raya Idulfitri 1442 H.

"Ya kita saling memaafkan tapi 'kemarahan konstitusional' terus jalan", jawabnya,” tulis Mahfud diikuti simbol pesan tepuk tangan, muka senyum dan tertawa sampai keluar air mata.

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU