> >

Pantau Titik Kepadatan, Menhub Minta Pengecekan Kesehatan Secara Acak Lebih Masif

Sosial | 14 Mei 2021, 17:10 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Sumber: Dok. Kemenhub RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pemantauan di simpul transporasi Pelabuhan Kaliadem, Jakarta Utara, dan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Pemantauan dilakukan guna memastikan pergerakan penumpang di kawasan aglomerasi Jabodetabek selama masa larangan mudik Lebaran tetap terkendali. 

"Untuk itu kami ingin memastikan penerapan protokol kesehatan benar-benar diterapkan dengan baik, termasuk pelaksanaan pengecekan kesehatan secara acak menggunakan rapid antigen bisa dilakukan lebih masif,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/5/2021).

Perlu diketahui, Pelabuhan Kaliadem dan Stasiun Manggarai merupakan simpul transportasi yang masih diperbolehkan beroperasi di kawasan aglomerasi, khususnya wilayah Jabodetabek yang memiliki mobiltas paling tinggi dibanding kawasan aglomerasi lainnya. 

Baca Juga: Menhub Kritik PT KCI Dinilai Tidak Profesional Karena Alasan Ini

Pelabuhan Kaliadem

Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Kaliadem menuju Kepulauan Seribu pada hari ini sebanyak 1.768 penumpang.

Kapasitas angkutan kapal dibatasi hanya sebesar 50 persen dari kapasitas maksimal selama masa pandemi. 

Budi meminta agar random tes dilakukan lebih masif dengan menambah jumlah alat tes rapid antigen dan juga jumlah petugas. 

“Pada hari Sabtu dan Minggu besok diperkirakan terjadi peningkatan penumpang di Pelabuhan Kaliadem menuju ke Kepulauan Seribu. Untuk itu saya minta pengecekan random test dilakukan lebih masif dengan menambah jumlah alat tes rapid antigen dan petugasnya," kata Budi.

"Saya minta petugas kesehatan dari BKKP Ditjen Perhubungan Laut membantu pelaksanaan pengecekan rapid tes antigen yang dilakukan oleh Satgas dan Kepolisian,” imbuhnya. 

Menhub mengingatkan para petugas untuk selalu mengimbau kepada penumpang agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

Ia pun meminta kapasitas kapal dikurangi lagi dari 50 persen jika penumpang masih terlalu padat. 

Baca Juga: Menhub Prediksi Puncak Arus Balik pada 16 Mei: Pengendalian Transportasi di Darat Lebih Berat

Stasiun Manggarai 

Pergerakan penumpang KRL di Stasiun Manggarai hari ini mencapai 200.000. 

Sebelum masa mudik lebaran diberlakukan, penumpang KRL dapat mencapai angka 368.805 orang. 

Budi memperkirakan pergerakan penumpang KRL akan bertambah pada hari Sabtu dan Minggu besok yakni sebanyak 300.000 sampai 400.000 penumpang setiap harinya. 

Sebagai antisipasi, Menhub meminta kepada PT KCI untuk mengawasi protokol kesehatan dengan ketat dan melakukan pembatasan kapasitas penumpang. 

“Petugas perlu ditambah dan lakukan dengan profesional,” ujarnya.

Dia juga meminta untuk mengintensifkan pengecekan kesehatan secara acak (random) menggunakan rapid tes antigen di sejumlah stasiun keberangkatan yang berpotensi mengalami penumpukan penumpang.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Arus Balik, Kemenhub Minta Random Testing Ditingkatkan

Untuk mengendalikan pergerakan transportasi di kawasan aglomerasi, Menhub meminta kepada Pemerintah Daerah di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek, Medan, Semarang, Surabaya, Bandung dan Makasar untuk melakukan pemetaan lokasi dengan kemungkinan kepadatan yang dapat terjadi,

“Pergerakan transportasi di aglomerasi memang diperbolehkan, tetapi protokol kesehatan harus tetap dijaga dan jangan sampai terjadi kerumunan yang tidak terkendali,” ucap Menhub.

Penulis : Hasya Nindita Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU