> >

KSPI Akan Minta Omnibus Law Dicabut Saat Unjuk Rasa Hari Buruh

Politik | 30 April 2021, 21:42 WIB
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) melakukan demo aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Mereka menolak pengesahan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja. (Sumber: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Beda pandangan dengan Said Iqbal, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah justru minta buruh dan pekerja menjadikan peringatan Hari Buruh sebagai peringatan atas harapan. Pasalnya, di tengah situasi pandemi Covid-19 ada banyak insiatif yang pemerintah lakukan bagi buruh Indonesia.

“Hati saya pada teman-teman buruh dan pekerja di mana pun berada. May Day tahun ini, harus kita maknai sebagai peringatan atas harapan. Untuk indonesia yang menggembirakan ke arah yang lebih baik meskipun masih pandemi Covid-19,” kata Menaker Ida Fauziyah.

Baca Juga: Sejarah THR, Jasa Demo Buruh untuk Pekerja Swasta

“Ada banyak inisiatif pemerintah, antara lain bantuan subsidi upah untuk pekerja yang terdampak pandemi Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, Menaker Ida Fauziah menuturkan pemerintah juga sudah dan sedang melakukan berbagai program penanganan dampak pandemi Covid-19.

Antara lain, vokasi dengan metode blended training, pemagangan di industri, pelatihan peningkatan produktifitas pekerja, sertifikasi kompetensi, penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri, pelatihan usaha baru, dan gerakan pekerja sehat.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU