> >

Klaster Covid-19 Perkantoran Meningkat, Pemprov DKI Sebut Tak Bisa Putuskan WFH Sendiri: Ada Satgas

Update corona | 26 April 2021, 20:04 WIB
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki untuk bekerja di kantornya. Klaster Covid-19 di perkantoran DKI Jakarta terus meningkat seminggu terakhir. (Sumber: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus positif Covid-19 dari perkantoran di DKI Jakarta mengalami peningkatan. Namun, sistem work from home (WFH) sulit diterapkan.

Pemprov DKI mencatat terdapat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran pada 5-11 April 2021.

Kemudian, jumlah kasus positif Covid-19 meningkat menjadi 425 kasus dari 177 perkantoran pada 12-18 April 2021.

Baca Juga: Penyebaran Covid-19 di Klaster Perkantoran Meningkat Pesat, WFH Perlu Diterapkan Kembali

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyebut tidak mudah menerapkan kembali sistem WFH sepenuhnya. 

Ia juga mengatakan, pihaknya tidak bisa menentukan sendiri karena Satgas juga perlu mempertimbangkan saran para ahli.

“Terkait masalah WFH WFO ini, kan, nggak bisa kita tentukan sendiri, kita ada Satgas. Nah, Satgas itu nanti yang meminta pendapat-pendapat dari berbagai macam ahli,” ujar Andri pada Senin (26/4/2021), ditakik dari Kompas.com.

Andri membeberkan, pihaknya baru bisa mengeluarkan keputusan setelah ada kajian komprehensif agar masyarakat bisa memprediksi dan mengantisipasi dampak WFH.

Lalu, Andri juga menyebut, ada banyak aspek yang masuk dalam pertimbangan, bila Pemprov DKI Jakarta ingin menerapkan WFH di semua instansi.

Baca Juga: Jenuh Kelamaan WFH? Coba Utak-Atik Hunianmu dengan Gaya ala Rustic!

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU