> >

Rehabilitasi Hutan Mangrove, Jokowi Buka Investasi dan Transfer Teknologi di KTT Perubahan Iklim

Berita utama | 23 April 2021, 08:24 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja meninjau lokasi pengembangan food estate atau lumbung pangan ke Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (8/10/2020). (Sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Joko Widodo mengatakan, untuk target Persetujuan Paris kemitraan global harus diperkuat dalam mencapai net zero emission dan menuju UNFCCC COP-26 Glasgow.

Indonesia, sambung Presiden Jokowi, sedang mempercepat pilot percontohan net zero emission dengan membangun Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara yang akan menjadi terbesar di dunia.

“Kami sedang melakukan rehabilitasi hutan mangrove seluas 620 ribu hektare sampai 2024, terluas di dunia dengan daya serap karbon mencapai empat kali lipat dibanding hutan tropis,” kata Presiden Jokowi seperti dikutip dari setkab.go.id pada Kamis (22/4/2021).

Baca Juga: Di KTT Perubahan Iklim, Presiden Jokowi Pamer Kebakaran Hutan Indonesia Turun 82 Persen

“Indonesia terbuka bagi investasi dan transfer teknologi, termasuk investasi untuk transisi energi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan juga membuka peluang besar terbuka bagi pengembangan bahan bakar nabati, industri baterai litium, dan kendaraan listrik.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia untuk G20 di tahun 2022 akan memprioritaskan penguatan kerja sama perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia juga terus mendukung upaya para sahabat kami di kawasan Pasifik,” katanya.

Baca Juga: Berpidato di KTT Iklim, Presiden Jokowi Desak Dunia Ambil Tindakan Nyata

“Kita harus terus melakukan aksi bersama, kemitraan global yang nyata, dan bukan saling menyalahkan, apalagi menerapkan hambatan perdagangan dengan berdalih isu lingkungan,” ujarnya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU