> >

Jangan Mudik, Anggota Komisi IX DPR Ingatkan Masyarakat Berkaca Pada India

Sosial | 20 April 2021, 11:31 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo (Sumber: dpr.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sudah ditetapkan menjadi kebijakan resmi, larangan mudik Lebaran Idulfitri berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengingatkan masyarakat untuk patuh pada aturan larangan mudik tersebut. Pasalnya, apabila banyak masyarakat yang nekat mudik, khawatir Indonesia akan bernasib sama seperti India.

“Ada lonjakan kasus 100 ribu perhari dan korban meninggal mencapai 1.000 perhari (di India). Dikabarkan juga, rumah sakit sudah tidak mampu lagi menampung pasien,” jelas Rahmad kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: Anggota Komisi IX DPR Klaim Vaksin Nusantara Sangat Diminati dan Tak Ada Muatan Politik Sedikitpun

Melonjaknya kasus Covid-19 di India tak lain karena masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Bahkan, banyak warga India yang sudah menggelar pesta pernikahan secara besar hingga merayakan upacara keagamaan.

“Untuk mencegah meledaknya kasus Covid-19 di Tanah Air, khususnya mendekati hari Idulfitri yang tinggal menghitung hari, bangsa Indonesia harus menjadikan kasus Covid-19 di India sebagai pelajaran. Sebab, jika masyarakat abai dan tak peduli terhadap protokol kesehatan, kasus di India bisa juga terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, menanggapi hal yang sama, Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengimbau masyarakat agar terus menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, Indonesia harus berkaca pada negara lain. Terlebih, jumlah kasus positif di India mencapai 100 ribu per hari.

"Satu-satunya cara untuk mengantisipasi adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan," terangnya.

Baca Juga: Berkaca dari India, Menkes Imbau Masyarakat Tetap Disiplin dan Waspada Terhadap Covid-19

Selain itu Saleh juga mengimbau masyarakat untuk tidak dulu melakukan mudik lebaran. Hal tersebut demi penularan masyarakat terhadap kasus Covid-19 dapat dikendalikan.

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU