> >

Kapuspen TNI Tegaskan Vaksin Nusantara Bukan Program TNI

Update corona | 19 April 2021, 11:39 WIB
Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/11/2020).(KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA) 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad menegaskan bahwa Vaksin Nusantara bukan program dari TNI.

Hal itu disampaikan Achmad dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

"Program vaksin nusantara bukanlah program dari TNI," tegas Achmad.

Baca Juga: Polemik Uji Klinis Vaksin Nusantara, Melki Laka Nilai BPOM Berpolitik

Kendati demikian, Achmad mengatakan TNI terus mendukung setiap inovasi vaksin terkait Covid-19.

Namun, kata Achmad, vaksin tersebut harus memenuhi tiga kriteria dan persyaratan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"TNI akan selalu mendukungnya dengan catatan telah memenuhi kriteria dan persyarataan yang ditetapkan BPOM sehingga harus ada 3 kriteria penting yang harus dipenuhi yaitu keamanan, efikasi, dan kelayaakannya," ujarnya.

Seperti diketahui, penyuntikan vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto yang berada di bawah komando pusat kesehatan Angkatan Darat (AD) belakangan menjadi pembicaraan.

Baca Juga: Uji Klinis Jadi Masalah, Vaksin Nusantara Tuai Pro dan Kontra

Sebab sebelumnya, BPOM belum mengeluarkan persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK) terhadap Vaksin Nusantara, sementara sejumlah anggota DPR menjadi relawan dalam pengembangan vaksin tersebut.

Kepala BPOM Penny K Lukito kemudian merespon bahwa proses pembuatan Vaksin Nusantara melompati proses yang telah disepakati.

Menurut Penny, seharusnya Vaksin Nusantara melalui tahapan praklinik terlebih dahulu sebelum masuk tahap uji klinik tahap I. Namun, tim yang memproses vaksin tersebut menolak.

Baca Juga: Peneliti Vaksin Nusantara Beberkan Syarat Ikut Uji Klinisnya - ROSI

“Nah Vaksin Nusantara itu loncat, pada saat itu sebenarnya di awal-awal pada saat pembahasan awal itu tidak, harus preclinic dulu ya, tapi mereka menolak,” kata Penny (14/4/2021).

Penulis : Hedi Basri Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Kompas TV


TERBARU