> >

Penny Kusumastuti Lukito, Ahli Teknik Lingkungan Pengawas Vaksin

Sosok | 16 April 2021, 05:00 WIB
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito (Sumber: Kompas.com-)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito adalah kepala BPOM pertama yang dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo pada  19 Juli 2016.

Dan namanya semakin menjadi bahan berita seiring dengan wabah Covid-19, karena lembaganya yang memiliki otoritas memberi izin vaksin Covid-19. Sebelum izin keluar, BPOM harus mengetahui prosedur uji klinisnya.

Maka tidak heran ketika vaksin Sinovac datang ke Indonesia, izin BPOM yang paling ditunggu sebelum disuntikkan kepada masyarakat Indonesia.

Dan kali ini, Kepala BPOM harus berhadapan dengan vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Dokter Terawan Agus Putranto. 

Baca Juga: BPOM Lakukan Sidak Pasar dan Uji Sampel 75 Jenis Makanan

Perempuan kelahiran Jakarta 9 November 1963, ini tetap menginginkan vaksin Nusantara mengikuti prosedur uji klinis sebelum digunakan.

"Peneliti pada awalnya mengajukan 1 protokol untuk semua tahapan uji klinik fase 1, fase 2 dan fase 3 pada tanggal 23 November 2020, namun tidak disetujui oleh BPOM karena tidak sesuai dengan standar tahapan pengembangan obat dan vaksin," ujar Penny.

Posisi tersebut tidak berubah meski para anggota DPR ikut berdatangan menjadi relawan vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta. 

Bagi Penny, beberapa anggota DPR yang jadi relawan tidak ada kaitannya dengan izin BPOM yang belum keluar.  "Yang jelas itu (anggota DPR jadi relawan vaksin Nusantara) bukan dalam kaitannya dengan BPOM untuk menjadi produk yang akan bisa dibuat massal," katanya.

Latar belakang Penny sebenarnya bukanlah ahli kimia atau kedokteran. Dia adalah lulusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kemudian  mengambil pendidikan lanjutan dan mendapatkan gelar Master in City Planning (MCP) dari Massachusetts Institute of Techonology (MIT), Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU