> >

Mogok Kerja karena Upah Murah, Curhat Kurir Shopee Bawa Bertumpuk Paket, dan Dimarahi Pelanggan

Peristiwa | 12 April 2021, 18:21 WIB
Gambar kurir Shopee membawa tumpukan barang-barang antara. Para kurir Shopee di wilayah Bandung Raya melakukan mogok kerja karena upah murah. (Sumber: Twitter/@PandaPindi21)

JAKARTA. KOMPAS.TV - Kurir-kurir Shopee Express di Bandung Raya melakukan mogok kerja karena dugaan upah murah. Para kurir ini juga mengeluhkan hubungan kerja sebagai mitra tanpa jaminan sosial.

Hal ini pertama terungkap dari akun Twitter @arifnovianto_id. Arif mengatakan, mogok kerja ini telah berlangsung sejak lima hari lalu. Ia mengatakan, sekitar 1.000 orang kurir ikut dalam mogok kerja ini atau memilih mengundurkan diri.

Arif menuturkan, Shopee baru-baru ini memotong upah kurir hingga memicu pemogokan ini.

Baca Juga: Surat Edaran THR dari Kemnaker, Membuat Buruh Kecewa, Ini Jadwal Pembayaran THR

“Mereka protes karena upahnya diturunkan dari 5.000/paket, 3.500/paket, 2.500/paket, & pada awal April menjadi 1.500/paket. Mereka tak dapat upah minimum & jaminan sosial,” cuit Arif.

Akibatnya, barang-barang menumpuk di gudang dan tak sampai ke konsumen platform belanja itu. Arif mengatakan, pemogokan ini berjalan sebagai usaha menuntut kerja layak kepada manajemen Shopee.

Ia pun merinci upah murah berdasarkan kebijakan baru Shopee ini. Kebijakan upah murah ini memberatkan kurir yang mesti menyediakan motor dan bensin sendiri.

“Jika upah mereka diturunkan jadi 1.500 setiap paket yang mereka kirim ke konsumen, maka kondisi kerja mereka akan semakin berat. Rata-rata 1 paket diantar ke konsumen itu membutuhkan waktu 10 menit, jadi anggap saja 6 paket/jam. 8 jam= 48 paket= 72.000. Motor & bensin dari driver,” beber Arif.

“10 menit per paket itu jikalau letak penerima paket jaraknya berdekatan. Jika agak jauh bisa sampai menghabiskan waktu 30 menit/paket. Belum lagi harus menghubungi penerima yang kadang tidak di rumah atau alamatnya salah. Bisa dibayangkan begitu menguras energinya pekerjaan ini,” tambahnya.

Menurut Arif, upah murah ini tak sebanding dengan pekerjaan mereka. Bahkan bila Shopee mengadakan promo belanja, kurir bisa mengantarkan hingga 125 paket per hari.

“Jika paketan menumpuk, apalagi saat promo, maka setiap rider bisa harus mengirimkan 125 paket/hari. Sehingga, harus membuatnya kerja lebih dari 14 jam,” ungkap Arif.

Arif pun membeberkan, kurir ini bekerja layaknya buruh formal atau karyawan. Padahal, status mereka adalah “mitra”.

Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU