> >

Transformasi Cak Imin ke Gus Ami dan Langkah Menuju Pilpres 2024

Sosok | 8 April 2021, 05:00 WIB
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Sumber: Tribunnews)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Sapaan "Cak Imin" yang dulu akrab disematkan kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini jarang terdengar. Sebab, sejak Muktamar V di Bali tahun 2019 lalu, sapaan "Cak Imin" sudah berganti menjadi "Gus Ami". Ami kependekan dari nama lengkapnya, Abdul Muhaimin Iskandar. 

Perubahan sapaan ini bukan sekadar iseng-iseng, namun punya arti khusus bagi warga PKB. Seperti dituturkan oleh Wasekjen Ahmad Iman. "Banyak aspirasi dari bawah karena banyak orang yang sebenarnya bukan Gus. Cak Imin ini genealoginya benar-benar Gus, tapi malah dipanggil Cak," katanya seperti menyesalkan salah sapa tersebut.

Panggilan "Gus" berarti memiliki darah leluhur sebagai kyai atau ulama dibandingkan "Cak" yang hanya sebatas panggilan buat kakak laki-laki.

Baca Juga: Politikus PKB: Pemerintah Harus Proaktif Hadapi Bencana Alam

 

"Karena itu, para kader saat ini menyuarakan panggilan baru untuk Cak Imin, yaitu Gus Ami," kata Ahmad Iman.

Kini Gus Ami yang juga wakil ketua DPR itu makin rajin bersilaturahmi ke berbagai kalangan. Ketika menghadiri "Muktamar Pemikiran Dosen PMII" di kampus IAIN Tulungagung, Senin (5/4/2021), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj memanggil Gus Ami sebagai calon presiden.

"Yang saya hormati Ketua Majelis Ika PMII Gus Doktor Muhaimin Iskandar Calon Presiden 2024 ," kata Kiai Said lewat komunikasi virtual.

Sementara Muhaimin menjawab singkat. "Sebagai ketua umum, kita punya amanah untuk itu (Capres 2024)," katanya. 

Baca Juga: Didukung Cak Imin jadi Pemimpin Masa Depan, Gibran: Solo Dulu, DKI Jakarta Nanti Aja

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU