> >

Rangkaian Aksi Teror Mabes Polri dan Bom Makassar, Nasir Abbas: Kesamaan Pengkafiran

Wawancara | 1 April 2021, 13:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Serangan di Mabes Polri terjadi hanya 3 hari setelah bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan berurutan dengan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris oleh polisi di sejumlah wilayah di tanah air.

Mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah sekaligus mantan napi terorisme Nasir Abbas mengatakan, ada kesamaan paham antara wanita yang melakukan aksi penembakan di Mabes Polri dengan pelaku bom Makassar.

Menurut Nasir, mereka sama-sama memiliki paham pengkafiran.

“Mereka mengkafirkan muslim yang lain, dan mereka menganggap bahwa pemerintah adalah kafir yang menjadi musuh mereka.” ujar Nasir.

Nasir menyebut, aksi bom di depan Gereja Katedral Makassar telah memicu rasa kemarahan pelaku penyerangan Mabes Polri dan kemudian pelaku merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu.

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta melihat, peristiwa di Makassar adalah triger untuk pelaku yang lain.

Menurut Riyanti, hal itu dikarenakan adanya kemiripan dari narasi surat wasiat yang ditinggalkan pelaku penyerangan Mabes Polri.

Kepela BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku penyerangan Mabes Polri dan bomber di Makassar memiliki kesamaan ideologi terorisme, ideologi yang mengedepankan kekerasan, intoleransi, dan punya cita-cita mati syahid dengan cara bunuh diri.

Komjen Boy Rafli menegaskan, kondisi seperti ini harus di waspadai, karena virus radikal intoleransi telah masuk dalam kehidupan masyarakat dan didominan melalui seluran media sosial.

Penulis : Natasha-Ancely

Sumber : Kompas TV


TERBARU