> >

Terungkap! Demokrat: Ternyata Data di Manifest KLB Abal-abal

Berita utama | 9 Maret 2021, 05:02 WIB
Suasana Kongres Luar Biasa Partai Demokrat kontra kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (Sumber: KOMPAS TV)

PEMALANG, KOMPAS.TV- Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menunjuk Moeldoko menjadi Ketua Umum disebut menggunakan data manifest abal-abal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Andika Permadi, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (8/3/2021).

“Awalnya ada informasinya perwakilan kami ada di sana. Namun, ternyata data di manifest kongres (Kongres Luar Biasa di Deli Serdang -red) abal-abal,” ungkap Andika.

Baca Juga: Bupati Lebak: Santet Moeldoko Hanya Kekesalan Demokrat Banten, Tak Ada Niatan

Andika mengaku pernah diajak untuk terlibat dalam KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, oleh oknum Ketua DPC lainnya. Ajakan tersebut semakin menguat dua hari menjelang pelaksanaan KLB dengan iming-iming uang Rp 100 juta yang akan diberikan dalam dua tahap.

“Ada oknum ketua DPC Demokrat yang menawari ikut KLB dengan bayaran Rp 100 juta, dibayar Rp 30 juta sampai di Jakarta, kemudian dilunasi di Deli Serdang,” beber Andika.

Tak hanya itu, pihak KLB Partai Demokrat Tandingan juga memberi penawaran kepada dua orang di tingkat DPC meskipun bukan pemilik suara sah dalam KLB. Dengan catatan, sambung Andika, dua orang yang mewakili memiliki dan membawa surat mandat dari Ketua DPC.

Baca Juga: Polri Siap Turun Tangan Antisipasi Konflik Partai Demokrat Ganggu Kamtibmas

Untuk yang datang dan membawa surat mandat dari Ketua DPC, Andika menuturkan KLB Partai Demokrat Tandingan menjanjikan uang Rp 50 juta per orang. Uang tersebut ditawarkan dengan tujuan untuk mendukung Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

“Saya tegaskan tidak ada pengurus DPC Partai Demokrat Pemalang yang ke Deli Serdang,” kata Andika.

Penulis : Ninuk-Cucu-Suwanti

Sumber : Kompas TV


TERBARU