> >

AHY: Banyak Sekali Penipuan yang Terjadi di KLB

Berita utama | 8 Maret 2021, 16:28 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan KLB Partai Demokrat tandingan di Deli Serdang tindakan ilegal dan inkonstitusional (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, KLB di Deli Serdang dilakukan dengan penuh tipuan. Satu di antaranya adalah, peserta di KLB Deli Serdang sengaja diberi Jaket Partai Demokrat seolah-olah benar pemilik suara.

“Banyak sekali penipuan dan pengelabuan yang terjadi (di KLB Deli Serdang -red), kesimpangsiuran, bahwa yang hadir dalam KLB tersebut bukanlah pemilik suara yang sah,” kata AHY seusai menyerahkan sejumlah dokumen dan berkas kepada KPU, Senin (8/3/2021).

AHY menuturkan, saksi penipuan dalam KLB yang digelar di Deli Serdang masih hidup. AHY optimistis, saksi-saksi tersebut bisa menjelaskan dengan baik bagaimana KLB tersebut terlaksana dengan penuh tipuan.

Baca Juga: Bawa 5 Kontainer Dokumen, Partai Demokrat Kubu AHY Buktikan Legalitas

“Bukti-bukti otentik juga sudah kami serahkan kepada Kemenkumham dan juga KPU. Semuanya dapat dicek menggunakan sistem informasi politik secara online,” ujarnya.

“Apakah benar yang hadir di KLB Deli Serdang itu memiliki hak suara yang sah. Faktanya tidak demikian,” tambah AHY.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan surat keterangan dan verifikasi Partai Demokrat yang ada di KPU serta Kemenkumham masih mengakui Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Partai Demokrat.

Baca Juga: Pengamat: Partai Demokrat Akan Kehabisan Energi di 2024

“Terkait dengan konflik internal Partai Demokrat prinsipnya tetap yakin bahwa sampai saat ini kami masih memegang SK kepemimpinan Bapak AHY,” ujar Ilham.

Sebelumnya, Max Sopacua sempat membantah jika KLB yang dilakukan di Deli Serdang, Sumatera Utara, abal-abal. Max kemudian menyandingkan dengan fakta adanya pemecatan ratusan DPC yang terbukti menginginkan KLB dan hadir di Deli Serdang.

“Kalau mau dibilang itu KLB abal-abal, kenapa yang dipecat itu 179 orang. Nggak mungkin dong abal-abal, kalau abal-abal kenapa ada pemecatannya sampai ratusan orang, kalau KLB dinilai abal-abal kenapa ada pemecatan massal,” beber Max Sopacua.

Penulis : Ninuk-Cucu-Suwanti

Sumber : Kompas TV


TERBARU