> >

Mengenal Clara Zetkin, Pelopor dan Tokoh di Balik Hari Perempuan Internasional

Sosial | 8 Maret 2021, 12:15 WIB
Clara Zetkin, pelopor Hari Perempuan Internasional. (Sumber: Kolase Wikipedia)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) yang diperingati setiap tanggal 8 Maret tak bisa dipisahkan dari sosok Clara Zetkin.

Clara Zetkin merupakan sosok di balik Hari Perempuan Internasional yang menjadi pencetus ide diadakannya Konferensi Buruh Wanita Internasional jilid dua di Kopenhagen, Denmark, 1910 silam.

Konferensi yang dihadiri oleh 100 perempuan dari 17 negara ini mewakili serikat pekerja dan partasi sosialis yang menyepakati peringatan Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret.

Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran mengenai kesetaraan gender dan memberi apresiasi terhadap pencapaian perempuan di berbagai bidang.

Baca Juga: Hari Perempuan Intenasional, Lihat Lagi Perjuangan Baiq Nuril, Korban Pelecehan Jadi Tersangka

Masih diperingati hingga sekarang, siapakah sosok Clara Zetkin?

Melansir dari Kompas.com, Senin (8/3/2021), Clara Zetkin merupakan seorang juru kampanye yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan hak pilih universal.

Zetkin lahir di Sanken, Jerman, 5 Juli 1857 dengan nama asli Clara Eissner.

Ia dilahirkan dari keluarga pemeluk protestan yang taat. Ayahnya, Gottfried Eissner merupakan kepala sekolah, sementara ibunya, Josephine Vitale Eissner, merupakan keturunan terpandang dan terdidik.

Keluarganya sempat bangkrut usai ayahnya meninggal. Meski demikian, ibunya terus mendorong Clara Zetkin untuk menyelesaikan pendidikannya.

Baca Juga: Dimulai Sejak 1922, Ini Sejarah Hari Perempuan Sedunia, Dirayakan Setiap 8 Maret

Selama menjadi siswa, Clara Zetkin menyaksikan buruh-buruh yang bekerja di bawah cerobong asap pabrik berada dalam kondisi yang tak layak.

Hal tersebut mendorongnya untuk mendalami persoalan tentang kesejahteraan buruh, ketimpangan kelas sosial dan pemikiran Marxisme.

Clara Zetkin juga terlibat dalam gerakan sosialisme di Jerman sejak 1870-an dan berpandangan bahwa sosialisme merupakan satu-satunya gerakan yang dapat melayani kebutuhan perempuan kelas pekerja.

Baca Juga: Rayakan Hari Perempuan Sedunia pada 8 Maret, Google Tampilkan Video

Meski mencetuskan Hari Perempuan Internasional yang menjadi hari penting bagi kaum feminis, Clara Zetkin justru menilai feminisme merupakan pelestarian kelas atas dan menengah.

Clara Zetkin memiliki kemampuan berpidato yang baik. Ia masuk Partai Komunis Jerman dan menjabat Reichstag atau dewan legislatif mulai 1920 hingga 1933.

Ia meninggal dunia pada 20 Juni 1933 dan disebut sebagai nenek buyut komunisme dalam obituari yang ditulis oleh Manchester Guardian.

Dalam obituari tersebut, Hari Perempuan Internasional disebut sebagai warisan besar dan kontibusi dari Clara Zetkin yang harus diakui dan dirayakan.

Penulis : Fiqih-Rahmawati

Sumber : Kompas TV


TERBARU