> >

Disuntik Vaksin Covid-19, Wapres Ma ruf Amin Buktikan Vaksinasi Aman Bagi Lansia

Peristiwa | 17 Februari 2021, 09:26 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan di ulnag tahun DPD RI ke-16, Kamis (1/10/2020) (Sumber: Dok. KIP/Setwapres)

 

JAKARTA, KOMPAS.TV- Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima suntikkan vaksin CoronaVac bagi lansia pagi ini. Ma’ruf Amin memastikan jika keikutsertaannya di usia 77 tahun dalam vaksinasi Covid-19 aman kepada masyarakat luas.

“Keikutsertaan Wapres yang telah berusia 77 tahun dalam program vaksinasi ini diharapkan dapat memberikan contoh nyata uji klinis keamanan penggunaan vaksin kepada lansia bagi masyarakat luas,” dikutip dari keterangan Biro Pers, Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden yang diterima Kompas.TV, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Siap Disuntik Vaksin CoronaVac Pagi Ini

Sebagai informasi, Ma’ruf Amin disuntik vaksin CoronoVac di Pendopo Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No. 2 Jakarta. Vaksin diberikan kepada Ma’ruf Amin, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengeluarkan persetujuan penggunaan emergency use of authorization (EUA) vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun. Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan banyaknya korban meninggal terinfeksi virus corona pada kelompok usia tersebut.

“Angka kematian akibat Covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi cukup tinggi, yaitu sekitar 47,3%, berdasarkan data terakhir yang kami dapatkan dari KPC-PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonoi Nasional),” papar Penny.

Baca Juga: Palestina Desak Dunia dan WHO Tekan Israel Izinkan Vaksin Covid-19 Masuk Ke Gaza

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase lansia yang terpapar virus corona di Indonesia sejumlah 10%, namun total yang meninggal karena Covid-19 mencapai angka 50%. Hal tersebut menunjukkan risiko besar bagi para lansia di dalam mengghadapi pandemi Covid-19.

“Karena berbasis risiko. Kalau tenaga kesehatan risikonya tinggi karena sering dan banyak terekspos virus. Kalau lansia didahulukan karena risikonya tinggi, kalau terkena, kemungkinan fatalnya besar,” ungkap Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin.

Baca Juga: Intelijen Korea Selatan: Korea Utara Mencoba Retas dan Curi Informasi Vaksin Covid-19

Penulis : Ninuk-Cucu-Suwanti

Sumber : Kompas TV


TERBARU