> >

Jokowi Minta Vaksinasi Dilakukan Massal Untuk Mencapai Herd Immunity

Peristiwa | 11 Februari 2021, 13:13 WIB
Presiden Joko Widodo Saat Peresmian Pembukaan Munas VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Istana Negara, Kamis (11/2/2021) (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Presiden Jokowi menginginkan pemberian vaksin tidak hanya dilakukan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Vaksinasi Covid-19 juga harus diberikan secara massal kepada masyarakat untuk mencapai herd immunity.

Demikian Presiden Jokowi mengatakan saat Peresmian Pembukaan Munas VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Istana Negara, Kamis (11/2/2021). “Mungkin di Puskesmas silahkan dilakukan, tapi harus ada yang dalam bentuk massal. Kumpukan, misal di GOR, kumpulkan di Balai Kota, dan jumlah banyak. Sehingga harian ini, kita bisa melakukan suntikan vaksin dalam jumlah yang banyak sehingga tercapai herd immunity,” kata Jokowi.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Lockdown Satu Kota, untuk Apa?

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan pemberian vaksin Covid-19 harus dilakukan tepat sasaran dan sesuai target. Vaksin Covid-19, sambung Jokowi, harus menjadi prioritas bagi yang rentan dan lanjut usia.

“Dan Pemda, Pemkot, harus mempersiapkan betul vaksinator. Berapa jumlah vaksinator di kota kita dan juga manajemen vaksinasinya di lapangan,” ujarnya.

Jokowi mengatakan saat ini pemerintah terus berusaha mencari tambahan vaksin Covid-19 dari berbagai sumber. Lantaran, produsen vaksin Covid-19 tidak banyak, tetapi direbutkan oleh 215 negara yang terdampak pandemi.

Baca Juga: Tidak Ingin Pertumbuhan Ekonomi Rusak, Jokowi: Lockdown Skala Mikro

“Rebutan (Vaksin Covid-19) semuanya. Sekarang ini yang baru bisa berjalan vaksinasinya kira-kira baru 42 negara, yang lain rebutan mendapatkan vaksin. Kita sudah mendapatkan komitmen 426 juta (vaksin), alhamdulilah ya karena sejak Agustus 2020 kita sudah melakukan pendekatan dengan produses-produsen vaksin. Bukan barang yang mudah, ini semua negara rebutan. Oleh karena itu, vaksin ini harus tepat sasaran dan target betul, jangan sampai meleset,” tegas Presiden.

Penulis : Ninuk-Cucu-Suwanti

Sumber : Kompas TV


TERBARU