> >

Presiden Jokowi Minta Segera Lakukan Tanggap Darurat untuk Temukan Korban Gempa Sulbar

Peristiwa | 15 Januari 2021, 16:16 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat sambutan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) secara virtual, Kamis (10/12/2020). (Sumber: YouTube: Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Presiden Joko Widodo menginstruksikan kementerian, lembaga, TNI dan Polri untuk melakukan langkah tanggap darurat pasca-gempa di Kabupaten Majane dan Kota Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Langkah tangap darurat pasca-gempa ini untuk mencari dan menemukan korban serta melakukan perawatan terhadap korban luka-luka.

Presiden Jokowi juga meminta agar masyarkat tenang dan mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh petugas di lapangan.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan Kepala BNPB dan Mensos Risma ke Lokasi Gempa Mamuju

“Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepada Menteri Sosial, Kepada Kepala Basarnas, Panglima TNI dan Kapolri serta jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat,” ujar Presiden Jokowi melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/1/2021).

Presiden Jokowi juga menyampaikan agar masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrim dan selalu memperhatikan dini mengenai cuaca dari BMKG.

Sebelumnya Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan gempa yang terjadi di Sulawesi Barat diakibatkan aktivitas sesar atau patahan lokal.

Hasil analisis BMKG, aktivitas patahan lokal tersebut merupakan mekanisme pergerakan naik.

Baca Juga: Bertambah, Korban Gempa di Sulbar Jadi 27 Orang

Gempa di Majane dan Mamuju dikategorikan gempa dangkal. Denga magnitudo yang sangat besar maka guncangan gempa sangat dirasakan di permukaan.

Dwikorita menambahkan guncangan gempa dangkal tersebut dirasakan di daerah Majene, Kota Mamuju dengan intensitas guncagan IV hingga VI MMI atau guncangan sangat dirasakan orang banyak dan dapat membuat bagian bangunan roboh.

Guncangan gempa juga diasakan di Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Mamasa dengan intensitas III hingga IV MMI, atau getaran gempa dirasakan hampir semua penduduk, terasa seperti adanya truk yang berlalu.

“Gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Dwikorita saat jumpa pers, Jumat (15/1/2021).

 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU