> >

Prioritas Pertama Diberikan ke Tenaga Kesehatan, Menkes: 3 Juta Vaksin Covid-19 Disediakan

Update corona | 10 Desember 2020, 15:26 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona (Sumber: Fresh Daily)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sebanyak 3 juta vaksin Covid-19 tahap pertama diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas kesehatan.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan saat ini Indonesia baru menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dan akan datang lagi 1,8 juta dosis vaksin pada akhir Desember 2020.

Nantinya secara keseluruhan vaksin Covid-19 tersebut akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan.

Baca Juga: Hasil Penelitian: Vaksin Covid-19 Besutan Oxford University/AstraZeneca Efektif dan Aman

Langkah ini, sambung Terawan, sejalan dengan rekomendasi Indonesia Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) dan WHO SAGE.

“Apabila ketersediaan vaksin terbatas di awal, maka target sasaran adalah kelompok berisiko," ujar Menkes Terawan saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (10/12/2020).

Lebih lanjut Terawa menjelaskan program vaksinasi untuk tenaga kesehatan akan berjalan setelah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.

Rencananya pelaksanaan, vaksin Covid-19 tahap pertama diberikan bagi tenaga kesehatan di Jawa-Bali. Bagi tenaga kesehatan di luar Jawa-Bali akan diberikan pada tahap kedua.

Baca Juga: Menkes Terawan Pastikan Tenaga Kesehatan jadi Prioritas Pertama Distribusi Vaksin Covid-19

"Usulan Pulau Jawa-Bali mempertimbangkan besarnya populasi Indonesia di Pulau Jawa dengan konfirmasi kasus Covid-19 yang tinggi," ujar Terawan.

Lebih lanjut Terawan memaparkan, pemerintah telah membuat skala prioritas dalam penerapan vaksinasi.

Tahap pertama yakni tenaga kesehatan. Prioritas kedua yakni aparat TNI dan Polri, aparat penegak hukum, dan petugas pelayanan publik.

Selanjutnya tokoh masyarakat, pemuka agama, perangkat daerah seperti petugas kecamatan, desa, RT, dan RW, pelaku perekonomian strategis serta tenaga pendidik di seluruh jenjang pendidikan masuk dalam prioritas keempat.

Baca Juga: Negara-Negara di Dunia Mulai Buat Prioritas Vaksin Corona, Siapa Pertama Disuntik?

Aparatur sipil pemerintah pusat, pegawai sipil di daerah, dan anggota dewan masuk pada kelompok prioritas kelima penerima vaksin.

"Keenam, kelompok masyarakat rentan dari sisi sosial dan ekonomi," ujar Terawan.

Pemerintah telah menganggarkan biaya sebesar Rp637,3 miliar untuk pembelian tiga juta dosis vaksin Covid-19 pada 2020.

Anggaran itu menggunakan dana dari Badan Anggaran Bendahara Umum Negara (BABUN) Kementerian Keuangan.

Selanjutnya, pada 2021, pemerintah menganggarkan biaya Rp 17 triliun untuk pengadaaan vaksin Covid-19.

 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU