> >

Jusuf Kalla: Tidak Bisa Dibandingkan Kerumunan Pilkada dengan Kerumunan Habib Rizieq

Peristiwa | 6 Desember 2020, 19:24 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla saat meninjau lokasi gedung usai meresmikan Menara Kompas, gedung baru Kompas Gramedia, di Palmerah, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2018). Peresmian Menara Kompas ditandai dengan pengetikan kata Kompas menggunakan mesin ketik bersejarah oleh Wapres. (Sumber: (KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI) )

Ia mengatakan puncak gelombang Covid-19 diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2020 hingga awal 2021 sebelum akhirnya vaksin siap digunakan.

Baca Juga: Ada yang Halangi Proses Hukum Rizieq Shihab, Kapolri Idham Azis: Kita Sikat Semua

Menurut JK, vaksin bukanlah sebagai obat Covid-19. Namun, sebagai penjaga imunitas agar masyarakat tidak mudah tertular virus mematikan itu.

Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan kepada masyarakat agar disiplin dalam melaksanakan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sedangkan pemerintah melakukan tracking, testing, dan tracing.

“Program 3M juga baru bisa dilaksanakan secara disiplin jika ada penerapan sanksinya. Dibutuhkan upaya aparat, tenaga kesehatan. Pemerintah harus berupaya, masyarakat juga harus berupaya,” katanya.

Sebagai Ketua organisasi Palang Merah Indonesia (PMI), JK mengatakan pihaknya tidak pernah putus asa dalam melakukan upaya edukasi ke masyarakat.

Baca Juga: Bupati Bogor Ade Yasin Siap Penuhi Pemeriksaan soal Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

Menurutnya, hal ini perlu digencarkan karena jika tidak, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bisa semakin meledak.

“Tidak hopeless, jika kami tidak membantu mungkin keadaan akan semakin memburuk. Kami merasa bertanggung jawab dan sudah berusaha maksimal untuk mengajak masyarakat,” katanya.

JK menambahkan untuk mencegah merebaknya kasus Covid-19, dibutuhkan peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam upaya penanganannya. 

Selain itu, JK mengakui sempat ada ketidaksinkronan antara pusat dan daerah terkait data, namun perlahan mulai terjadi sinkronisasi.

Baca Juga: Cegah Kerumunan, FPI Minta Simpatisan Rizieq Shihab Tak Datangi Polda Metro Jaya

Itu karena banyak kepala daerah yang terjangkit Covid-19, bahkan beberapa di antaranya ada yang meninggal dunia.

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU