> >

Gatot Nurmantyo Bela Rizieq Shihab Soal Kerumunan: Kalau Memang Negara Ini Adil, Semua Diperiksa

Peristiwa | 2 Desember 2020, 19:45 WIB
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8/2018). (Sumber: KOMPAS.com/Andi Hartik)

JAKARTA, KOMPAS TV - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo meminta aparat tidak tebang pilih dalam menindak pelaku pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan di tengah mewabahnya pandemi Covid-19.

Menurut Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu, jika memang negara ini adil, seharusnya semua aktivitas yang menimbulkan kerumunan ditindak tegas, tidak pandang bulu.

Gatot Nurmantyo menyatakan demikian merespons peristiwa kerumunan massa yang dihadiri Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

Baca Juga: Gatot Nurmantyo: Tolong Pisahkan, Tindakan Pangdam Jaya Tidak Mewakili TNI Seluruhnya

Sebab, acara yang kerumunan yang dihadiri Rizieq Shihab berbuntut panjang. Rizieq Shihab beserta anak dan menantunya dipanggil kepolisian untuk diperiksa terkait pelanggaran protokol kesehatan.

“Yang terjadi belakangan ini tentang pemeriksaan Habib Rizieq Shihab. Kalau memang negara ini adil, maka semua kumpulan orang, diperiksa semuanya,” kata Gatot dalam acara Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh yang disiarkan melalui kanal YouTube Front TV, pada Rabu (2/12/2020).

Selain soal pemeriksaan Rizieq Shihab, Gatot Nurmantyo juga menyinggung perlakuan aparat kepolisian kepada sejumlah aktivis KAMI antara lain Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Baca Juga: Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Kritik Kendaraan Tempur Dipakai untuk Copot Baliho Rizieq Shihab

Menurut Gatot, penangkapan terhadap ketiga orang itu menunjukkan bahwa negara belum mampu bersikap adil secara penuh.

Lebih lanjut, Gatot Nurmantyo juga menyoroti ketidakadilan yang terjadi di Papua Barat dan beberapa daerah lainnya.

"Dia (penegak hukum) melakukan pelanggaran hukum dengan menangkap KAMI, mereka ditangkap tanpa barang bukti," ujar Gatot.

Seperti diketahui, pada hari ini, Rabu (2/12/2020) polisi telah dua kali melayangkan surat pemanggialn kepada Rizieq Shihab buntut acara kerumunan pada Maulid Nabi Muhammad sekaligus acara pernikahan putri Rizieq Shihab, Sabtu (14/11/2020).

Baca Juga: Mahfud MD Bagikan Momen Bicara dari Hati ke Hati dengan Gatot Nurmantyo

Acara yang dihadiri sekitar 10 ribu tamu undangan itu pun telah memakan ‘korban’ lantaran banyak pejabat dicopot dari jabatannya.

Itu antara lain Irjen Nana Sudjana dicopot dari Kapolda Metro Jaya, Kombes Heru Novianto dari Kapolres Jakarta Pusat.

Lalu Bayu Meghantara dari Wali Kota Jakarta Pusat, Yassin Pasaribu dari Camat Tanah Abang, dan Setiyanto dari Lurah Petamburan.

Baca Juga: Bertemu Gatot Nurmantyo, Mahfud MD: Tak Ada Pembicaraan Politik

Penulis : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV


TERBARU