> >

Partai Masyumi Kembali Dideklarasikan

Politik | 7 November 2020, 16:51 WIB
Lambang Partai Masyumi. (Sumber: Istimewa)

Partai Masyumi Pernah Berjaya

Majelis Syuro Muslimin Indonesia merupakan kepanjangan dari Masyumi, partai politik Islam terbesar yang pernah berdiri di Indonesia.

Partai ini didirikan pada 7 November 1945 oleh Soekiman Wirjosandjojo, Mohammad Natsir, dan Prawoto Mangkusasmito. Organisasi Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dahulu merupakan bagian dari partai ini.

Dalam pemilu pertama Indonesia, tahun 1955, Masyumi meraih suara tertinggi kedua. Sekitar 50 persen suara pemilih Masyumi berasal dari luar Jawa.

Masyumi sangat berpengaruh sebagai partai Islam terpopuler saat itu. Citranya sebagai partai Islam modern memikat pemilih di luar Jawa, terutama di daerah yang dominan dengan pemeluk agama Islam.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Gunakan Politik Identitas & SARA di Pilkada Serentak

Sebagai partai yang berpengaruh saat itu, Masyumi menguasai parlemen dan pemerintahan. Tercatat dua tokohnya sebagai pemimpin kabinet pemerintahan. Seperti Muhammad Natsir dan Burhanuddin Harahap.

Namun usia partai ini tidak lama. Pada tahun 1960, Presiden Soekarno membubarkan, dan melarang partai ini ada. Pasalnya, pada tahun 1958, beberapa anggota Masyumi bergabung dan menyokong pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PPRI) melawan pemimpin pemerintahan yang sah saat itu, Soekarno.

Setelah pelarangan ini, para anggota dan pengikut Masyumi mendirikan Keluarga Bulan Bintang. Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra merupakan representasi dari Keluarga Bulan Bintang, yang notabene Masyumi.

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU