> >

Komisi VII DPR Akan Panggil Dirut PLN Terkait Listrik Padam di Jakarta dan Sekitarnya

Peristiwa | 1 November 2020, 19:38 WIB
Ilustrasi Tol Listrik PLN, Sulawesi (Sumber: PLN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memanggil Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Zulkifli Zaini.

Pihak DPR akan meminta penjelasan kepada Dirut PLN Zulkifli Zaini terkait penyebab mati lampu di sejumlah wilayah di Jakarta, Depok, Bekasi dan sekitarnya yang sempat terjadi siang tadi.

Baca Juga: Erick Thohir Mendadak Berkunjung ke PLN Gambir, Cek dan Pulihkan Listrik yang Mati

"Dalam hal ini kami akan memanggil Dirut PLN untuk mengantisipasi agar kejadian mati lampu tidak meluas," ujar anggota Komisi VII DPR RI, Dyah Roro Esti, saat dihubungi awak media, Minggu (1/11/2020).

Pemanggilan tersebut ada kemungkinan akan diagendakan pada masa sidang DPR berikutnya 9 November.

"Terlebih dahulu kami akan meminta penjelasan dari Dirut mengenai sebab musabab mati lampu apakah dikarenakan trafo yang terbakar (overcapacity) atau faktor-faktor yang berkaitan dengan O & M (operation & maintenance)," tuturnya.

Dyah Roro Esti melanjutkan, padamnya listrik dalam durasi yang panjang dikhawatirkan membuat masyarakat memicu beraktivitas di luar rumah, akan tetapi di sisi lain saat pandemi corona masyarakat diimbau beraktivitas di rumah saja sehingga perlunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Perlu kita antisipasi bersama, karena betul sekali sangat dikhawatirkan jika mati lampu (yang sifatnya jangka panjang) dapat memicu masyarakat untuk berkegiatan di luar rumah. Takutnya akan semakin memperluas penyebaran Covid-19 di kalangan masyarakat," kata Dyah Roro.

Namun begitu, pihak PLN masih menginvestigasi penyebab alat pemutus beban meledak di Muara Tawar yang menyebabkan listrik di sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya padam. Alat pemutus beban itu meledak pada siang tadi.

"Saat ini kondisi sistem dalam keadaan normal tidak ada defisit, kami saat ini masih menginvestigasi penyebab dari rusaknya alat yang di Muara Tawar tersebut," ujar Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PLN Haryanto WS dalam konferensi pers, Minggu (1/11/2020).

Haryanto mengatakan pihaknya langsung melakukan sejumlah tindakan setelah mengetahui adanya ledakan di Muara Tawar. Sistem yang sehat diisolasi agar tidak ikut terkena gangguan.

Baca Juga: 17 Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Listrik Mulai Nyala, Ini Titik Daerahnya

Meski sejumlah wilayah di Jabodetabek sempat mengalami pemadaman listrik massal siang tadi. 

PT PLN Persero memastikan saat ini sistem sudah kembali normal serta tak akan ada pemadaman bergilir.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali Haryanto WS mengatakan, padamnya listrik di sejumlah area di Jakarta dan sekitarnya disebabkan karena adanya circuit breaker yang meledak.

"Pada jam 12:58 terjadi gangguan yang disebabkan alat PLN yaitu pemutus beban atau istilah bahasa asingnya adalah 'circuit breaker' 500 KV Fase R di Muara Tawar itu mengalami breakdown atau meledak," ujar Haryanto dalam konferensi pers di kantor PLN Pusat, Jakarta, Minggu (1/11/20).

Haryanto menambahkan, gangguan tersebut juga yang menyebabkan matinya listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

"Kemudian dengan adanya gangguan ini maka suplai listrik dari Cirata atau Jawa Barat bagian tengah ke arah sebagian Jakarta maka terputus. Kemudian sistem-sistem mengisolasi diri," jelas Haryanto.

Penulis : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU