> >

Satgas Wanti-wanti Masyarakat Lonjakan Kasus Covid-19 Pernah Terjadi Saat Libur Panjang

Update corona | 21 Oktober 2020, 05:50 WIB
Ilusrasi kendaraan memadati jalur wisata Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020). Volume kendaraan menuju kawasan wisata Puncak Bogor pada libur panjang akhir pekan itu tinggi dan bertumpuk (Sumber: KOMPAS.com/YULIUS SATRIA WIJAYA)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk menahan diri melakukan aktivitas di luar rumah pada libur panjang akhir Oktober 2020 nanti.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan libur panjang berpotensi besar dalam kenaikan kasus baru Covid-19. Hal ini dikarenakan masyarakat secara bersamaan menikmati libur panjang di luar rumah.

Wiku mengingatkan kasus Covid-19 di Indonesia pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 setelah libur panjang.

Baca Juga: Jokowi: Waspada Lonjakan Kasus Covid Saat Libur Panjang

Seperti pada libur panjang Idul Fitri 22-25 Mei 2020. Dalam rentang 10-14 hari setelah libur tersebut, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69-93 persen.

Begitu pula ketika libur panjang pada 20-23 Agustus 2020. Setelah 10-14 hari libur panjang, terjadi kenaikan kasus harian dan kumulatif mingguan sebesar 58-118 persen.

“Libur panjang terbukti berdampak pada kenaikan kasus positif di tingkat nasional," ujar Wiku lewat kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa (20/10/2020). Dikutip dari Kompas.com.

Selain itu, libur panjang pada Mei dan Agustus itu juga memicu kenaikan positivity rate sebesar 3,9 persen secara nasional pada rentang waktu dua pekan setelahnya.

Baca Juga: Imbauan Mendagri di Libur Panjang: Di Rumah Saja, Beres-Beres

Hal ini dipicu karena terjadinya kerumunan di berbagai lokasi yang dikunjungi masyarakat selama masa liburan, serta ketidakpatuhan masyarakat pada protokol kesehatan.

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU