> >

1.620 Relawan Tuntas Mendapatkan Suntikan Pertama Uji Klinis Vaksin Covid-19

Update corona | 18 Oktober 2020, 00:55 WIB
Ilustrasi: vaksin virus corona atau Covid-19. (Sumber: Kompas.com/Shutterstock)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Pemerintah telah menetapkan produksi vaksin Covid-19 sebanyak 170 juta jiwa, atau sekitar 60 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Dengan kata lain, Indonesia memerlukan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu setahun. 

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mendorong agar program besar pemerintah dapat berjalan dengan baik. 

Baca Juga: Peneliti Vaksin: Uji Klinis Vaksin Berjalan Lancar

Salah satunya dengan mengawal program tersebut mulai uji klinis fase 3, produksi serta distribusi dari Bio Farma di tingkat provinsi sampai pada tingkat puskesmas. Termasuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat.

Menurut Honesti, pegawalan program vaksinasi Covid-19 yang sesuai prosedur ini untuk meyakinkan masyarakat vaksin yang diberikan sesuai dengan peraturan pemerintah hingga Badan POM (BPOM).

"Masyarakat  yakin  bahwa  vaksin Covid-19  yang  akan  diberikan sudah sesuai dengan peraturan dari Badan POM yang pada akhirnya bisa menghentikan penyebaran virus Covid-19," ujar  Honesti  dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020). 

Lebih lanjut Honesti menjelaskan dalam kunjungan ke beberapa tempat uji klinis fase 3 di Bandung pada Jumat (16/10/2020) lalu, 1620 relawan sudah mendapatkan suntikan uji klinis vaksin Covid-19.

Baca Juga: Cerita Pengalaman Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Kujungan yang juga diikuti oleh BPOM dan LP POM MUI ini untuk memastikan kualitas vaksin Covid-19 sesuai dengan peraturan pemerintah dan peraturan dari BPOM dan LP POM MUI.

Selain memantau perkembangan uji klinis di Indonesia, pihaknya juga mengirimkan BPOM ke perusahaan Sinovac di China untuk mengaudit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China. Tak hanya BPOM, LP POM MUI juga dikirim untuk melaksanakan audit halal.

Hal ini, sambung Honesti, untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya.

Ia juga memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU