> >

GKII Pusat Sebut Penembakan Pendeta di Papua Dilakukan TNI

Peristiwa | 21 September 2020, 17:35 WIB
Ilustrasi: tembakan pistol. (Sumber: Kompas.com)

Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa membantah tudingan anggotanya yang melakukan penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani di Kab Intan Jaya, Papua.

Menurutnya, hal itu merupakan fitnah yang disebar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

"Dari sejak tadi pagi, tiga akun mereka mulai menyebarkan berita bohong dengan memutar balikkan fakta," tutur Suriaswata, Minggu (20/9/2020).

Menurut Suriastawa, fitnah tersebut merupakan rekayasa KKB Papua menjelang sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Diungkap Suriastawa, pada sepekan terakhir KKB telah membuat banyak ulah dengan melakukan serangkaian penembakan.

Sebelum pembunuhan terhadap Pendeta Yeremias Zanambani, aksi kekejaman KKB di Intan Jaya pada minggu ini di mulai pada Senin (14/9/2020).

Baca Juga: Apa Motif Teror KKB Di Papua? Ini Selengkapnya

Saat itu, dua tukang ojek mengalami luka tembak di lokasi yang sama tapi di waktu yang berdekatan.

Kedua korban bernama Laode Anas (34) yang terkena tembakan di lengan kanan, dan Fatur Rahman (23) yang mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian dahi dan hidung, serta perut menderita luka tembak.

Tiga hari berselang, KKB kembali beraksi di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa dan menyebabkan gugurnya Serka Sahlan dan seorang warga sipil, Bahdawi.

Terakhir, Babinsa Koramil Persiapan Hitadipa, Pratu Dwi Akbar Utomo gugur setelah mengalami luka tembak.

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU