> >

Anies: Tidak Ada Isolasi Mandiri, Jika Menolak Akan Dijemput Paksa

Update corona | 13 September 2020, 16:23 WIB
Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Untuk penanganan virus corona pemerintah tengah menyiapkan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran sebagai lokasi karantina, observasi, dan isolasi ODP Covid-19. (Sumber: KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan tidak ada lagi isolasi mandiri bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan diisolasi secara terkendali di tempat-tempat yang telah ditetapkan.

"Isolasi mandiri di rumah tinggal harus dihindari, karena ini berpotensi penularan klaster rumah, dan ini sudah terjadi," Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota yang ditayangkan akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Namun jika ada penolakan untuk mendapatkan isolasi secara terkendali, maka warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dijemput secara paksa.

"Akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan bersama dengan aparat penegak hukum," sebut Anies.

Baca Juga: Update Corona 13 September RSD Wisma Atlet Rawat 1.692 Pasien

Dituturkan Anies, isolasi secara terkendali atau larangan isolasi secara mandiri dilatari meningkatnya klaster rumah atau klaster keluarga.

"Karena tidak semua kita memiliki pengetahuan, pengalaman, untuk bisa menjaga agar kesehariannya tidak menularkan pada orang lain," jelasnya.

Anies mengucapkan terima kasih kepada Satgas Covid-19 dan pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan lokasi isolasi terkendali agar warga tidak lagi melakukan isolasi secara mandiri.

Satgas Covid-19 dan pemerintah pusat, kata Anies, akan menyediakan lokasi isolasi di Rumah Sakit Darurat Wiswa Atlet Kemayoran, hotel, penginapan, wisma, atau lokasi lain yang akan dittetapkan nanti.

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU