> >

Relawan Vaksin Sinovac yang Terpapar Virus Covid-19 dalam Kondisi Sehat

Update corona | 12 September 2020, 14:57 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Sumber: LIPI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Salah seorang relawan vaksin yang terkonfirmasi positif Covid-19 disebutkan dalam kondisi sehat dan sedang dalam masa isolasi.

Hal ini dijelaskan dalam keterangan yang ditandatangani oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil.

"Selama 9 hari pengawasan kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik," tulis Kusnandi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Sabtu (12/9/2020).

Dijelaskan oleh Kusnandi, relawan vaksin Covid-19 yang dirahasiakan identitasnya ini, sempat melakukan perjalanan ke luar kota setelah mendapatkan suntikan pertama. Namun tidak diketahui, suntikan pertama yang diterima relawan merupakan vaksin atau plasebo.

Baca Juga: Relawan Jatuh Sakit, Uji Coba Vaksin Covid-19 Dihentikan Sementara

Kemudian pada kunjungan selanjutnya, relawan yang secara klinis dinyatakan sehat mendapat suntikan kedua.

Namun satu hari setelahnya, relawan menjalani program pemeriksaan swab nasofaring dari Dinas Kesehatan, bukan dari tim penelitian.

Dinas Kesehatan melalukan tes swab terhadap relawan tersebut, karena ada riwayat bepergian ke luar kota. Hasil pemeriksaan menyatakan relawan tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Hasil pemeriksaan ini membuat yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri. "Terdapat program pemantauan secara ketat setiap hari," kata Kusnandi.

Mengenai ketidakjelasan jenis suntikan vaksin atau plasebo (obat kosong) yang diterima relawan, Kusnandi menjelaskan.

Baca Juga: Jalani Tahap Uji Klinis, 226 Sukarelawan akan Disuntik Vaksin Corona

"Dalam uji klinis ini terdapat dua kelompok. Ada yang mendapat plasebo ada yang mendapat vaksin. Uji klinis dilakukan dengan prinsip observer blind (tersamar). Sehingga tidak diketahui, mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin," tutur Kusnandi.

Untuk kelompok relawan yang mendapat suntikan vaksin, kekebalan diharapkan terjadi dengan waktu paling cepat dua minggu setelah suntikan kedua.

Kusnandi berharap, meski telah mendapatkan suntikan, semua relawan diimbau tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah.

"Seluruh sukarelawan uji klinik masih akan dipantau kesehatannya selama enam bulan pasca suntikan terakhir," kata Kusnandi.

Penulis : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU