> >

Menyesap Kopi Terbaik di Ibu Kota Jakarta

Cerita rasa | 21 Juni 2020, 12:00 WIB
Suasana di Anomali Coffee (Sumber: Ekmal Muhammad)

Setiap ngopi di tempat ini, segelas reguler Es Kopi Susu Gula Aren yang segar selalu jadi menu pembuka. Tak lupa saya sebut "Lebih Terasa Kopinya" dengan tambahan one shot espresso dengan sedikit es saja sebagai teaser “petualangan rasa”. Segelas es kopi susu gula aren ukuran reguler dibanderol Rp41 ribu.

Ngopi tanpa kudapan jelas enggak nendang. Nah, supaya perut tetap kenyang, gerai ini menyediakan beragam cemilan, croissant, hingga pasta.  

Singkong Goreng (Sumber: Ekmal Muhammad)

Tapi yang jadi favorit saya adalah sepiring singkong goreng dan roti bakar srikaya.Yummy!  Harga sepiring singkong goreng nan lezat dan roti srikaya masing-masing Rp20 ribu. 

Selang tiga jam nongkrong di sini, saya memesan kopi panas. Pilihan biasanya jatuh antara secangkir kecil Piccolo atau V60 single origin Gayo.

Untuk single origin, saya beri nilai 8, tapi untuk Piccolo hanya 7 karena masih kalah dari Piccolo yang pernah saya nikmati di tempat lain. Namun, ini adalah penilaian subjektif, hanya berdasarkan selera saya lho!

Berbagi Ilmu Meracik Kopi

Ngopi sebetulnya tak sekadar menyesap kafein. Namun, juga menikmati atmosfer kafe, ngadem di AC sembari baca buku atau ngebut deadline tugas sambil sesekali berinteraksi dengan barista. 

Pengunjung juga dapat sekadar nanya-nanya tentang kopi untuk menambah pengetahuan sambil santai mendengar playlist dengan suara samar-samar.

Sebelum ada kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Anomali Coffee Pondok Indah rutin menggelar event tambahan bagi konsumen mereka.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Usai Minum Kopi Buat Perut Mulas dan Ingin Buang Air Besar

Setiap Kamis pukul 16.00 WIB, pengunjung gerai diajak coffee cuping atau coffee tasting.

Dipandu para barista, pengunjung diajak mengobservasi rasa beberapa biji kopi. Bagi sebagian orang, terutama pecinta kopi, tentu event ini sangat asyik dan sangat ditunggu-tunggu. Kapan lagi merasakan peran jadi barista, meski dalam skala kecil, bukan?

Lewat coffee cupping, pelanggan Anomali Coffee Pondok Indah diajak menilai dan mencicipi kopi dengan cara mencium aromanya dan menyesap dari beberapa cangkir kecil. Menurut para barista, coffee cupping atau coffee tasting biasanya dilakukan oleh para profesional di bidang kopi. 

Tujuannya untuk menilai kualitas biji-biji kopi sebelum disajikan untuk konsumen atau penggila kopi. Lewat coffee cupping, dapat ketahuan karakteristik kopi yang diuji. Seperti karakter manis (sweetness), karakter asam (acidity), karakter asin (saltiness), juga karakter pahit (bitterness).

Nah, meski untuk profesional, tapi para pengunjung Anomali Coffee Pondok Indah diberi kesempatan melakukan coffee cupping atau coffee tasting tersebut.

Ada pula kegiatan lainnya, yakni Anomali Coffee juga mengajak pelanggannya untuk bersama-sama mengenal teknik seduh manual. Biasanya, kegiatan ini berlangsung pada Sabtu pukul 16.00 WIB.

Biasanya, ada tiga biji kopi pilihan khas Indonesia yang disediakan. Ketika saya berkunjung ke sana, biji kopi yang disediakan untuk seduh manual adalah kopi Sumatera, kopi Jawa dan Kopi Toraja. Asyiknya lagi, pengalaman cupping dan seduh manual ini bisa kita peroleh secara gratis.

Barista Anomali Coffee tengah melayani pelanggannya. (Sumber: Ekmal Muhammad)

Baca Juga: Wah! Kedai Kopi Ini Terapkan Protokol Kesehatan Baru

Pelayanan Ramah

Tidak cuma ilmu, di tempat ini saya merasakan suasana persahabatan. Keramahan barista, kopi enak, dan atmosfer yang bikin rileks pastinya jadi pengalaman berharga. 

Oh iya bagi teman-teman Muslim tak perlu khawatir bila menghabiskan waktu seharian di tempat ini! Tak jauh dari Anomali Coffee, terdapat Masjid Pondok Indah yang dapat dijangkau hanya beberapa langkah kaki saja.

Anomali Coffee di Pondok Indah hanyalah satu dari belasan gerai Anomali Coffee yang ada di Jakarta. Beberapa gerai lain Anomali Coffee, di antaranya terdapat di  FX Sudirman, Pakubuwono, Menteng, dan Setiabudi.

Memang saya sendiri belum pernah mencoba kopi di gerai lain, sehingga tak bisa memastikan apa rasa dan pengalaman yang disajikan bakal sama. Apalagi, sayangnya selama pandemi Covid-19, seluruh gerai hanya membuka layanan antar saja.

#Kopi #KopiTerbaik #KopiIndonesia

Penulis : Desy-Hartini

Sumber : Kompas TV


TERBARU