> >

Andreas Brehme, Jelmaan Brietner secerdas Beckenbauer

Opini | 21 Februari 2024, 11:56 WIB
Andreas Brehme (tengah) (Sumber: fingaz)

Selain Brehme, ada figur pemain veteran Klaus Augenthaler sebagai pengganti Mathias Herget yang tak memuaskan Beckenbauer di Euro 1988. 

Beckenbauer paham betul, kebintangan Lothar Matthaus akan redup tanpa Brehme dan Augenthaler. 

Augenthaler adalah pembangkang dan tak segan melawan pelatih, tapi di bawah der Kaizer dia patuh dan bahu-membahu bersama Brehme di lini belakang Jerman. 

Kembali lawan Belanda di babak sudden death, saat Jerman dalam tekanan, tendangan lengkungnya membuat kiper Hans Van Breukelen cuma terpelongo. 

Skor 2-0, Belanda kemudian cuma mampu membalas 1 gol. Semi final lawan Inggris, Brehme kembali cetak gol lewat tendangan bebas dan sukses jadi eksekutor pinalti. 

Baca Juga: Der Kaiser Franz Beckenbauer Meninggal Dunia, Dunia Sepak Bola Berduka

Pertandingan final lawan Maradona dan Argentina, di saat Jerman dapat pinalti dan harus menghadapi kiper Sergio Goycochea di menit 85, Beckbenbauer justru menunjuk Brehme, bukan Matthaus algojo utama. Matthaus sedang tidak percaya diri. 

Beckenbauer tahu selain teknik, Brehme cerdas secara emosi. Brehme, apalagi Coycochea sedang on fire sejak menang adu pinalti lawan Italia di semi final. Brehme tetap tenang.

Brehme telah menjelma jadi Paul Brietner bek kiri Jerman rekan Beckenbauer di Final Piala Dunia 1974 yang menghancurkan Belanda. 

Here we go, inilah tendangan Brehme, tidak keras, Goycochea bisa menebak, tapi bola tetap masuk.

Brehme jadi pahlawan Jerman, semua mengakui. Penyuka sepak bola akan selalu mengenang Brehme sebagai bintang besar.

Tak terkenal seperti Matthaus tapi secerdas Beckenbauer. RIP Andreas Brehme.

Baca Juga: Jerman Kalahkan Corona Berkat Beckenbauer?

Penulis : Redaksi-Kompas-TV

Sumber : Kompas TV


TERBARU