> >

Inggris Belum Terjangkit Demam Euro 2020

Olahraga | 12 Juni 2021, 22:37 WIB
Marcus Rashford dan Jadon Sancho melakukan perlombaan lari dalam sesi latihan timnas Inggris di persiapan Euro 2020. (Sumber: Mirror Football)

Oleh: Anton Alifandi, Mantan Wartawan Tinggal di London

Di antara berbagai kartu identitas peliputan yang tersimpan di rumah, masih ada kartu identitas saya ketika meliput Euro ’96, terakhir kali Inggris menjadi tuan rumah kejuaraan sepak bola antar negara sebelum Euro 2020 ini.

Kartu liputan itu membuat ingatan saya melayang ke musim panas 25 tahun silam. Ketika itu demam sepak bola sudah amat terasa sejak sebelum turnamen dibuka.

Di mana-mana berkibar bendera salib St George Inggris, di berbagai pub, dan terutama di mobil-mobil yang “bersliweran” di jalanan.

Di radio dan televisi tak henti-henti diputar lagu “Football is Coming Home” yang syairnya menyuarakan optimisme bahwa sepak bola akan kembali ke negeri asalnya, 30 tahun setelah Inggris menjadi juara dunia. Gelora optimisme itu sangat terasa.

Dibanding tahun 1996, suasana kali ini jauh lebih sepi. Tak ada lagu khusus menyambut Euro 2020, dan saya baru melihat satu mobil yang memasang bendera Inggris di jalanan.

Demam sepak bola belum terasa, barangkali karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya reda, meskipun jumlah kematian sudah turun drastis.

Pencabutan semua pembatasan Covid yang semula akan terjadi tanggal 21 Juni, sekarang menjadi tidak pasti karena meningkatnya virus corona-varian delta yang pertama muncul di India.

Jadi masyarakat belum bisa lepas menikmati kehidupan secara normal. Imbasnya terasa juga pada Euro 2020.

Memang penonton sudah boleh datang ke stadion, tapi dengan kapasitas yang dibatasi. Keadaan sudah membaik, tapi belum betul-betul pulih.

Partai Perdana adalah Kunci

Penulis : Zaki-Amrullah

Sumber : Kompas TV


TERBARU