> >

Jelang Ramadan, Israel Pasang Menara Pengawas di Dinding Barat Masjid Al-Aqsa

Kompas dunia | 26 Februari 2024, 10:02 WIB
Umat Islam melaksanakan salat Jumat di kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Yerusalem Timur, wilayah Palestina yang diduduki Israel, Jumat, 14 April 2023, bertepatan dengan bulan suci Ramadan. (Sumber: AP Photo/Mahmoud Illean)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Pasukan Israel dilaporkan mendirikan menara pengawas dan kamera di dinding barat kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Pendirian menara pengawas ini dilakukan usai otoritas Israel mengaku hendak membatasi kunjungan jemaah ke Al-Aqsa jelang bulan Ramadan.

"Sejumlah saksi mata berkata ke WAFA bahwa pasukan pendudukan mengecor 3 kubik semen di dinding barat masjid tersebut dan memasang menara pengawas di atasnya," demikian tulis laporan kantor berita WAFA, Minggu (25/2/2024).

Sebelumnya, pemerintah Israel mengumumkan akan membatasi akses ke Al-Aqsa selama bulan Ramadan yang dimulai pada 10 Maret mendatang. Pemerintahan Benjamin Netanyahu beralasan pembatasan itu ditetapkan karena alasan keamanan.

Baca Juga: Namibia Bela Rakyat Palestina di Gaza Sambil Sudutkan Jerman di ICJ, Ungkap Genosida Masa Lalu

Pembatasan akses jemaah ke Masjid Al-Aqsa sendiri sebelumnya berkali-kali menimbulkan perselisihan. Hamas, organisasi Palestina yang memerintah di Jalur Gaza, mengecam pembatasan tersebut.

"Suatu kelanjutan dari kejahatan Zionis dan perang agama yang dipimpin kelompok-kelompok pemukim ekstremis di tubuh pemerintah penjajahan teroris terhadap masyarakat Palestina," demikian keterangan Hamas.

Hamas pun menyerukan kepada masyarakat Palestina di Israel, Yerusalem, dan Tepi Barat untuk menolak pembatasan tersebut dan "melawan arogansi dan penghinaan penjajah, berkumpul untuk teguh menjaga Masjid Al-Aqsa."

Pengumuman pembatasan ke Al-Aqsa ini bertepatan dengan peringatan Israel bahwa mereka akan terus menggempur Jalur Gaza selama Ramadan, termasuk Rafah yang dipenuhi pengungsi Palestina.

Sejak 7 Oktober 2023 lalu, serangan Israel ke Jalur Gaza telah membunuh 29.606 orang, lebih dari setengahnya adalah perempuan dan anak-anak. Pada periode yang sama, serangan Israel dan kekerasan pemukim di Tepi Barat membunuh setidaknya 395 orang, termasuk 105 anak-anak.

Baca Juga: Di Sidang Mahkamah Internasional, Retno Marsudi Beberkan Dosa-Dosa Israel Terhadap Rakyat Palestina

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU