> >

Konvoi Palang Merah yang Bawa Bantuan bagi Rumah Sakit di Gaza Ditembaki

Kompas dunia | 8 November 2023, 20:00 WIB
Warga Palestina berjalan meninggalkan sebuah lokasi di Rafah, Jalur Gaza, setelah serangan Israel pada Selasa, 7 November 2023. Sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang membawa obat-obatan dan pasokan medis penting ditembaki di Kota Gaza, Jalur Gaza, Selasa (7/11/2023). (Sumber: AP Photo/Eyad Baba)

GAZA, KOMPAS.TV - Sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang membawa obat-obatan dan pasokan medis penting di Kota Gaza, Jalur Gaza, ditembaki, Selasa (7/11/2023).

Hal itu diungkapkan Komite Palang Merah Internasional (ICRC). ICRC melaporkan, akibat penembakan itu, dua truk rusak dan seorang sopir mengalami luka ringan.

ICRC melaporkan konvoi itu terdiri dari lima truk dan dua kendaraan lain yang membawa bantuan ke fasilitas-fasilitas kesehatan di Gaza, termasuk Rumah Sakit Al-Quds yang dikelola Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).

ICRC tidak melaporkan dari mana arah tembakan atau pelaku penembakan tersebut.

Baca Juga: AS Klaim Tak Dukung Pendudukan Israel atas Gaza Pasca-Perang: Tidak Boleh Usir Paksa Warga Palestina

"Ini bukanlah kondisi di mana personel kemanusiaan bisa bekerja," kata kepala delegasi ICRC di Gaza, William Schomburg, dalam pernyataan yang diunggah ke laman organisasi tersebut.

"Kami di sini untuk memberi bantuan mendesak bagi warga yang membutuhkan. Memastikan bantuan vital bisa mencapai fasilitas medis adalah kewajiban legal di bawah hukum humaniter internasional," lanjutnya.

ICRC pun terpaksa mengalihkan rute usai ditembaki. ICRC melaporkan konvoi berhasil mencapai fasilitas kesehatan yang membutuhkan, termasuk Rumah Sakit Al-Shifa.

Dilansir Al Jazeera, sejak Israel menggempur pada 7 Oktober 2023 lalu, sebanyak 150 tenaga medis terbunuh dan 28 ambulans hancur di Gaza, wilayah Palestina yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

Blokade Israel juga menyebabkan 16 rumah sakit dan 32 fasilitas medis berhenti beroperasi.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : ICRC, Al Jazeera


TERBARU