> >

Biden Tak Puas dengan Anggaran Jangka Pendek Cegah Shutdown, Minta Kongres Teken Dana untuk Ukraina

Kompas dunia | 2 Oktober 2023, 01:25 WIB
Foto arsip. Presiden AS Joe Biden meminta Kongres segera menyepakati alokasi anggaran bantuan untuk Ukraina. Permintaan Biden tersebut menyusul kesepakatan anggaran jangka pendek yang diteken Kongres untuk menghindari ditutupnya (shutdown) pemerintah federal AS, Sabtu (30/9/2023). (Sumber: AP Photo/Evan Vucci)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta Kongres segera menyepakati alokasi anggaran bantuan untuk Ukraina.

Permintaan Biden tersebut menyusul kesepakatan anggaran jangka pendek yang diteken Kongres untuk menghindari ditutupnya (shutdown) pemerintah federal AS, Sabtu (30/9/2023).

Sebelumnya, pemerintah federal AS terancam tutup usai Kongres gagal menyepakati RUU anggaran untuk tahun fiskal berjalan yang efektif berlaku pada 1 Oktober 2023.

Namun, pemerintah AS tetap beroperasi usai Kongres menyepakati sebuah kesepakatan pendanaan jangka pendek.

Baca Juga: Akhirnya! Penutupan Pemerintahan AS Batal Terjadi di Menit-Menit Terakhir

Pendanaan jangka pendek tersebut tidak memuat alokasi anggaran untuk membantu Ukraina. Biden pun meminta agar Kongres segera mengalokasikan bantuan militer untuk Ukraina.

"Kita tidak bisa membiarkan dukungan Amerika untuk Ukraina terhenti dalam situasi apa pun," kata Biden, seperti dilaporkan The Guardian, Minggu (1/10).

"Saya sepenuhnya yakin ketua (DPR AS, Kevin McCarthy) akan menjaga komitmennya terhadap rakyat Ukraina dan meloloskan bantuan yang dibutuhkan Ukraina dalam momen kritis ini," lanjutnya.

Sesuai permintaan Biden, anggota parlemen AS kini mesti berdebat mengenai alokasi bantuan militer senilai 24 miliar dolar AS yang dikehendaki sang presiden. Pengambilan suara mengenai tambahan alokasi ini bisa dilakukan paling cepat pada awal pekan depan.

Bantuan untuk Ukraina ditentang sejumlah faksi ekstrem-kanan Republikan sehingga Kongres AS gagal menyepakati RUU anggaran sepekan belakangan. Sekelompok politikus tersebut juga menginginkan kebijakan perbatasan yang lebih ketat.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : The Guardian


TERBARU