> >

Taliban Bertemu Politikus dan Pengusaha di Indonesia, Pemerintah Tak Bisa Konfirmasi Ketemu Siapa

Kompas dunia | 1 Agustus 2023, 23:36 WIB
Personel Taliban sedang istirahat makan siang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengonfirmasi siapa saja yang ditemui delegasi Taliban yang berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Juli lalu. Ia menyebut pertemuan Taliban tidak bisa dikonfirmasi karena bersifat informal. (Sumber: AP Photo)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa mengonfirmasi siapa saja yang ditemui delegasi Taliban yang berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Juli lalu. Ia menyebut pertemuan Taliban tidak bisa dikonfirmasi karena bersifat informal.

"Di lain sisi, ada pemberitaan yang dikeluarkan oleh mereka (Taliban) terkait pertemuan. Namun, kita tidak bisa mengonfirmasi mereka bertemu dengan siapa," kata Teuku Faizasyah saat ditemui di gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2023).

Sebelumnya, media Afghanistan, Ariana News melaporkan bahwa delegasi Taliban menemui sejumlah tokoh cendekiawan, politikus, dan pebisnis di Indonesia. Hal tersebut berdasarkan keterangan wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Taliban, Hafiz Zia Ahmad.

"Delegasi tersebut mengadakan pertemuan berarti dan diskusi dengan sejumlah cendekiawan, politikus, dan pebisnis di Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi dan politik bilateral," kata Hafiz Zia Ahmad dikutip Ariana News.

Baca Juga: Jakarta Menyatakan Perwakilan Taliban Mengunjungi Indonesia Secara Tidak Resmi

Teuku Faizasyah menyampaikan, pihaknya menerima informasi bahwa delegasi Taliban bertemu dengan beberapa orang ketika salat Jumat di Indonesia. Namun, pria yang belum lama dilantik menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Norwegia merangkap Islandia itu mengaku tidak tahu siapa saja terlibat pertemuan dengan Taliban.

"Kita tidak bisa menyeleksi siapa yang akan salat Jumat di sana, ya. Dan itulah yang disampaikan mereka terkait kunjungan informal ke Indonesia," kata Teuku Faizasyah dikutip Kompas.com.

Di lain sisi, Teuku Faizasyah menegaskan, delegasi Taliban tidak hanya mengunjungi Indonesia. Ia menyebut terdapat beberapa negara lain yang didatangi Taliban.

"Kunjungan tersebut memang terjadi, tetapi saya tidak ingat persis kapan, ya, Juli lalu. Kita juga mencatat kunjungan (Taliban) ke negara selain Indonesia, maka izin diberikan dengan catatan kunjungan betul-betul bersifat terbatas dan sifatnya informal, internal dengan perwakilan mereka di Indonesia," katanya.

Sejak menguasai Afghanistan per Agustus 2021, Taliban membentuk pemerintahan dan berupaya memperoleh pengakuan dari komunitas internasional. Namun, berbagai negara, termasuk Indonesia bersikap hati-hati agar tidak dianggap mengakui pemerintahan Taliban secara resmi.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU