Kompas TV internasional kompas dunia

Jakarta Menyatakan Perwakilan Taliban Mengunjungi Indonesia Secara Tidak Resmi

Kompas.tv - 26 Juli 2023, 10:12 WIB
jakarta-menyatakan-perwakilan-taliban-mengunjungi-indonesia-secara-tidak-resmi
Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta hari Selasa (25/7/2023) menyatakan perwakilan pemerintah Taliban Afghanistan melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal Juli secara tidak resmi, meskipun Kabul mengatakan mereka melakukan pertemuan dengan politisi Indonesia. (Sumber: AP Photo)
Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Iman Firdaus

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta hari Selasa (25/7/2023) menyatakan perwakilan pemerintah Taliban Afghanistan melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal Juli secara tidak resmi, meskipun Kabul mengatakan mereka melakukan pertemuan dengan politisi Indonesia.

Pemerintahan Taliban yang kembali berkuasa pada Agustus 2021 berusaha memperkuat pengakuan atas pemerintahannya di dunia Islam, termasuk dengan mendekati Indonesia untuk meningkatkan hubungan politik dan ekonomi.

Namun, Indonesia belum mengakui legitimasi pemerintahan Taliban Afghanistan sejak mereka kembali berkuasa dua dekade setelah pasukan pimpinan AS menjatuhkan rezim mereka.

"Menurut pemahaman saya, mereka berada di Jakarta secara tidak resmi untuk urusan internal dengan misi Afghanistan di sini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, seperti dikutip oleh Straits Times, Rabu (26/7/2023).

Dia mengatakan kunjungan tersebut tidak dapat dianggap sebagai delegasi, karena dapat mengimplikasikan "jenis formalitas tertentu".

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, Hafiz Zia Ahmad, mengumumkan melalui cuitannya pada 14 Juli bahwa salah satu diplomat pemerintahnya memimpin "delegasi" ke Indonesia.

"Delegasi tersebut melakukan pertemuan dan diskusi bermanfaat dengan beberapa cendekiawan, politisi, dan pengusaha di Indonesia untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi bilateral," tulisnya.

Baca Juga: PBB: Lebih dari 1.000 Warga Sipil Tewas Sejak Taliban Ambil Alih Afghanistan, Turun Drastis

Personil Taliban sedang istirahat makan siang. Kementerian Luar Negeri Indonesia di Jakarta hari Selasa (25/7/2023) menyatakan perwakilan pemerintah Taliban Afghanistan melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal Juli secara tidak resmi, meskipun Kabul mengatakan mereka melakukan pertemuan dengan politisi Indonesia. (Sumber: AP Photo)

Ahmad tidak mengungkapkan nama-nama politisi Indonesia yang bertemu dengan delegasi Afghanistan tersebut. Faizasyah menyatakan tidak ada pertemuan resmi antara pejabat pemerintah Afghanistan dan Indonesia.

Hubungan antara kedua negara mayoritas Muslim ini selama ini didasarkan pada solidaritas keagamaan, dan pada tahun 2018, Presiden Indonesia Joko Widodo mengunjungi Presiden Afghanistan saat itu, Ashraf Ghani, yang kemudian melarikan diri saat Taliban menguasai Kabul.


Ahmad juga menyebutkan dalam cuitannya bahwa perwakilan Afghanistan juga bertemu dengan diplomat-diplomat dari Sri Lanka, Bangladesh, dan Singapura selama berada di ibu kota Indonesia.

Pemerintah Taliban tidak diakui secara resmi oleh negara atau badan dunia manapun, dan hanya sedikit negara yang memiliki kehadiran di Afghanistan.

Jakarta kembali membuka kedutaan besarnya di Kabul pada tahun 2022 setelah ditutup mengikuti pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Dalam beberapa bulan terakhir, pihak berwenang Taliban telah menutup salon kecantikan wanita dan melakukan setidaknya dua eksekusi di depan umum saat mereka berusaha untuk sepenuhnya melaksanakan semua aspek dari interpretasi hukum syariah mereka.

Sebuah laporan kepada Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan Juni oleh utusan khusus Afghanistan, Richard Bennett, menyatakan bahwa para penguasa negara tersebut mungkin "bertanggung jawab atas apartheid gender", yang memperparah situasi perempuan dan gadis di bawah versi hukum ketat mereka.



Sumber : Straits Times

BERITA LAINNYA



Close Ads x